
By Sayyid Diar Mandala
Konflik antara ulama pribumi semakin memanas, memicu kekhawatiran akan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Diar Mandala, peneliti dan aktivis Banten, mempertanyakan tindakan oknum tertentu yang merendahkan ulama pribumi.
“Kami mengkhawatirkan upaya yang dilakukan untuk memecah belah persatuan ulama pribumi, seperti yang terjadi di Banten, di mana sesama ulama diadu domba,” kata Diar Mandala. “Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dan tidak membiarkan diri kita diadu domba oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, terutama mereka yang sudah enak di negeri kita dan selalu ingin dihormati.”
Masyarakat diminta untuk cerdas dan waspada terhadap upaya yang dapat memecah belah masyarakat ulama pribumi. “Kita harus bersatu dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan cara yang damai dan harmonis,” tegas Diar Mandala.
Konflik ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan, serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah bangsa. Kita harus cerdas memahami situasi ini dan mencari solusi untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Ada upaya yang sedang terjadi untuk memecah belah masyarakat ulama pribumi, dan ini harus menjadi perhatian kita semua. Masyarakat harus cerdas dan waspada terhadap upaya yang dapat memecah belah masyarakat ulama pribumi. Jika ada perbedaan pendapat, sebaiknya diselesaikan dengan diskusi ilmiah dan tidak perlu dibawa ke media yang dapat memicu perpecahan.
Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan cara yang damai dan harmonis, dan mari kita hormati perbedaan pendapat dengan cara yang santun dan bijak.
_#sdiarm_ 🇮🇩🇮🇩
