“MENGEMBALIKAN ISLAM PADA SUMBERNYA: AL-QUR’AN DAN AS-SUNNAH, MENOLAK KHUROFAT DAN PEMBELOKAN SEJARAH”

 

Diar Mandala, peneliti dan aktivis Banten, ingin berbagi beberapa pandangan tentang pentingnya kembali pada sumber ajaran Islam yang asli. Berikut ini pandangannya :

Beliau telah dikenal sebagai tokoh yang berdedikasi dalam membela aqidah dan sejarah Islam di Indonesia, dengan pengalaman luas dalam edukasi masyarakat terkait Demokrasi, politik, sosial, dan meluruskan ajaran-ajaran yang sesat dan merusak aqidah Islam.

Dalam Islam, sumber ajaran dan pedoman hidup adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah (hadis Nabi Muhammad SAW). Mimpi dan dongeng tidak dapat dijadikan sebagai sumber hukum atau ajaran Islam.

Al-Qur’an adalah kitab suci Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, sedangkan As-Sunnah adalah contoh dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan melalui hadis. Kedua sumber ini harus dijadikan sebagai pedoman hidup bagi umat Islam.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi upaya-upaya untuk membelokkan sejarah dan ajaran Islam dengan cara-cara yang tidak benar. Khurofat, atau cerita-cerita bohong, telah disebarkan untuk mempengaruhi umat Islam dan merusak tatanan masyarakat.

Contohnya, beberapa kuburan palsu telah dibuat dan diklaim sebagai makam para wali atau tokoh agama, padahal tidak ada bukti yang jelas tentang keasliannya. Ini adalah upaya diduga untuk memanfaatkan kesucian agama dan memperoleh keuntungan materiil.

Kami sebagai masyarakat berterima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang telah berjuang untuk kemurnian ajaran Islam, termasuk KH. KRT Nur Ihyak Hadinegoro, DR. KH. Imaduddin Utsman Albantani, Gus Abdul Aziz Jazuli, Lc, MH, dan banyak lagi. Mereka telah berani berbicara tentang kebenaran dan menolak khurofat serta pembelokan sejarah. Semoga Allah membalas jasa mereka dan menjadikan mereka sebagai teladan bagi kita semua.

*Pesan untuk Masyarakat*

Mari kita kembali pada sumber ajaran Islam yang asli, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jangan terjebak pada khurofat dan pembelokan sejarah yang dapat merusak tatanan masyarakat. Semoga kita dapat menjadi umat Islam yang cerdas dan beriman, dan dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

*Tantangan untuk Oknum yang Berniat Jahat*

Kami sebagai masyarakat akan terus memantau dan menolak upaya-upaya untuk merusak tatanan Islam dan NKRI. Kami akan terus berjuang untuk kebenaran dan keadilan, dan tidak akan membiarkan khurofat dan pembelokan sejarah merusak masyarakat kita. Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga kebenaran dan keadilan.