
Disarikan Khusus dari Tausyiyah Ustadz H. Edi Sofyan dalam Kajian Ramadhan Pagi di Masjid Al Musthofa Bakung Udanawu Blitar.
BULAN RAMADHAN telah menyapa seluruh umat Islam di penjuru dunia sebagai anugerah terindah yang dinantikan setiap tahun. Di tengah kesibukan menjalankan ibadah puasa yang menjadi kewajiban utama setiap muslim yang baligh dan mampu, terdapat satu amalan shaleh yang tidak hanya mengharumkan hati dan menyejukkan jiwa, tetapi juga membawa pahala yang melimpah serta keutamaan yang tak terkira besarnya: shodaqoh.
Sebagaimana disampaikan secara lugas oleh Ustadz H. Edi Sofyan, sedekah di bulan suci ini bukanlah sekadar bentuk kepedulian sosial belaka. Lebih dari itu, shodaqoh merupakan ibadah yang mampu mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, menyempurnakan ibadah puasa, dan membuka pintu berkah yang luas bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Dengan berbagai keistimewaannya yang telah dijamin oleh dalil-dalil suci Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, shodaqoh di bulan Ramadhan dinilai sebagai sedekah paling utama yang patut menjadi prioritas setiap muslim yang bertaqwa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah Ayat 245:
وَمَن يُقْرِضِ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضاعِفْهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Barangsiapa yang memberi pinjaman terhadap Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran terhadapnya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nyalah kalian dikembalikan.”
MENGAPA SHODAQOH DI BULAN RAMADHAN SANGAT ISTIMEWA?
Bulan Ramadhan bukanlah bulan seperti bulan lainnya. Sebagaimana kita ketahui, bulan suci ini dikenal sebagai bulan berkah, ampunan, dan petunjuk yang telah dijanjikan keutamaan khusus dalam Al-Qur’an dan Hadist.
Setiap langkah kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan mendapatkan balasan yang dilipatgandakan oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah Ayat 261:
مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سَنبَلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Ustadz H. Edi Sofyan menjelaskan dengan tegas bahwa shodaqoh di bulan Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa.
Bukan hanya membantu menyelesaikan kebutuhan saudara-saudara kita yang membutuhkan, shodaqoh juga menjadi sarana mulia untuk membersihkan hati dari kotoran kesalahan, memperkuat hubungan cinta dengan Sang Pencipta, menguatkan tali silaturahmi antar sesama, mengurangi jurang kesenjangan sosial, serta memberikan makna lebih dalam pada ibadah puasa yang sedang kita jalankan.
KEUTAMAAN DETAIL PAHALA SHODAQOH DI BULAN RAMADHAN
1. PAHALA BERLIPAT GANDA, TANPA BATAS
Setiap amal shaleh yang dilakukan di bulan Ramadhan akan mendapatkan ganjaran yang jauh lebih besar dibandingkan bulan lainnya, termasuk shodaqoh. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yang menyatakan bahwa amalan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan hingga tujuh puluh kali lipat atau bahkan lebih, tergantung pada kesungguhan dan keikhlasan hati pelakunya.
Tidak ada batasan bagi karunia Allah SWT dalam memberikan pahala kepada hambanya yang ikhlas beramal.
2. SEDEKAH PALING UTAMA, DILINDUKI RAHMAT
Ustadz H. Edi Sofyan dengan penuh khidmat mengutip hadits riwayat At-Tirmidzi yang sangat terkenal:
عَنْ أَنَسٍ قِيْلَ يَا رَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ : صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
Artinya: “Dari Anas Radhiyallahu ‘Anhu, dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan.'”
Khususnya bagi mereka yang dengan senang hati memberi makan orang yang sedang berpuasa untuk berbuka, terdapat janji pahala yang luar biasa dalam hadis riwayat At-Tirmidzi:
مَنْ اَفْطَرَ صَائِمًا فَلَهُ اَجْرُ صَائِمٍ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ اَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
“Siapa yang memberi makanan orang yang sedang berpuasa untuk berbuka, maka baginya pahala seperti orang puasa tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala orang puasa tersebut.”
Kedudukan yang istimewa ini menunjukkan bahwa shodaqoh pada bulan suci Ramadhan memiliki nilai ibadah yang lebih tinggi, karena dilakukan di saat hati dan pikiran lebih fokus pada kebaikan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
3. PENGHAPUS DOSA, SEPERTI AIR MEMADAMKAN API
Shodaqoh memiliki khasiat luar biasa sebagai penghapus dosa, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam riwayat At-Tirmidzi:
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
“Dan sedekah memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.”
Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-Baqarah Ayat 271:
وَإِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَخَيْرٌ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّنْ سَيِّئَاتِكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekah, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikannya lebih baik bagi kamu, dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Setiap sedekah yang diberikan dengan ikhlas akan membersihkan diri dari berbagai kesalahan yang pernah dilakukan, baik yang disadari maupun tidak disadari. Seperti hujan yang menyegarkan bumi yang kering, sedekah membersihkan hati dari kotoran dosa dan kesalahan.
4. MENYEMPURNAKAN IBADAH PUASA, MENYEJUKKAN HATI
Puasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga secara lahiriah. Lebih dari itu, ibadah puasa juga mencakup pengendalian ucapan, pandangan, dan perbuatan yang bisa merusak kehormatan diri serta orang lain. Ustadz H. Edi Sofyan menjelaskan bahwa shodaqoh dapat membantu menutupi kekurangan dalam ibadah puasa, seperti ketika seseorang tidak sengaja mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat atau melakukan hal yang kurang pantas.
Surat lain yang mendukung hal ini terdapat dalam Surah At-Taubah Ayat 103:
خُذُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلُّوا عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكُمْ سَكَنٌ لَّهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan dirikanlah shalat untuk mereka. Sesungguhnya shalatmu itu menjadi ketenangan jiwa bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Dengan demikian, sedekah menjadi pelengkap yang membuat ibadah puasa lebih sempurna dan hati menjadi lebih tenteram serta penuh kedamaian.
5. KEBERKAHAN HARTA, PEMBUKA PINTU REZEKI
Banyak orang yang salah kaprah mengira bahwa bersedekah akan membuat harta berkurang dan merugikan diri sendiri. Padahal, kenyataannya jauh dari itu! Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam riwayat Muslim yang penuh kebenaran:
الصَّدَقَةُ لَا تَنْقُصُ الْمَالَ
Artinya: “Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
Allah SWT akan memberikan keberkahan yang melimpah pada harta yang disedekahkan, sehingga meskipun dikeluarkan untuk kebaikan, harta akan tetap terjaga dan bahkan akan datang rezeki dari arah yang tidak terduga. Firman Allah SWT dalam Surah Thaha Ayat 132 menjadi pengingat penting bagi kita semua:
وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِيَ إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُونَ مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya: “Dan nafkahkanlah sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepadamu sebelum datang ajal kepada salah seorang di antara kamu lalu dia berkata, ‘Ya Rabbku, alangkah baiknya jika Engkau menunda aku hingga waktu yang dekat, niscaya aku akan bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh.'”
6. NAUNGAN DI HARI KIAMAT, PERISAI DARI NERAKA
Shodaqoh yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh kesadaran akan menjadi perlindungan yang tak ternilai bagi seorang mukmin pada hari Kiamat yang penuh dengan ujian. Sebagaimana hadis riwayat Ahmad yang memberikan harapan besar:
الصَّدَقَةُ نُورٌ لِلْمُنْفِقِ وَنَوَاةٌ مِنَ النَّوَاوِيِّ عِندَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهِيَ حِجَابٌ مِنَ النَّارِ وَنَظِيرَةٌ لِلْمُنْفِقِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Sedekah adalah cahaya bagi yang menafkahkan, dan simpanan di sisi Allah Azza wa Jalla, serta perisai dari neraka dan naungan bagi yang menafkahkan pada hari Kiamat.”
Hadist riwayat Baihaqi juga menguatkan hal ini dengan pesan yang lugas:
الصَّدَقَةُ حِجَابٌ مِنَ النَّارِ
“Sedekah adalah perisai dari api neraka.”
Pada saat itu, ketika matahari akan mendekat ke manusia hingga hanya sejengkal dari wajah mereka dan tidak ada yang bisa memberikan naungan selain amalan shaleh, sedekah yang telah kita berikan akan menjadi tempat perlindungan yang hangat dan aman, jauh dari azab neraka yang menyala-nyala.
BENTUK SHODAQOH YANG DIANJURKAN
Ustadz H. Edi Sofyan juga mengingatkan dengan hangat bahwa shodaqoh tidak harus dalam bentuk uang tunai saja dan tidak harus dalam jumlah besar. Shodaqoh dapat dilakukan dalam berbagai bentuk yang mudah dijalankan oleh setiap orang sesuai dengan kemampuannya. Beberapa bentuk sedekah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan antara lain:
– Memberi makan orang yang sedang berbuka puasa (takjil) atau menyediakan makanan untuk sahur
– Membantu fakir miskin dengan memberikan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal
– Berbagi sembako kepada keluarga yang kurang mampu
– Menyalurkan sedekah melalui lembaga zakat atau badan amal yang terpercaya agar bantuan dapat tepat sasaran
– Memberikan pertolongan kepada kaum dhuafa, yatim piatu, dan orang-orang yang terkena musibah
Yang terpenting dalam setiap bentuk sedekah adalah keikhlasan hati dan kesungguhan untuk mencari ridha Allah SWT semata.
PENUTUP (DOA)
اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَدَقَاتِنَا فِي هَذَا الشَّهْرِ الْبَرِيِّ مُضَبَّطَةً وَأَجْرَنَا مُضْعَفًا وَذَنُوبَنَا مُطْفَأَةً وَرِزْقَنَا مُبَارَكًا وَنَوَانَا فِي يَوْمِ الْقِيَامَةِ مُسَتَرَةً بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
“Ya Allah, jadikanlah sedekah kami di bulan yang mulia ini menjadi amalan yang teratur dan penuh keikhlasan, pahala kami dilipatgandakan dengan karunia-Mu yang luas, dosa kami dipadamkan dengan ampunan-Mu yang melimpah, rezeki kami diberkahi dengan kelimpahan yang berkah, dan diri kami pada hari Kiamat dilindungi dengan rahmat-Mu yang tiada tara. Ya Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aamiin.”*Imam Kusnin Ahmad*
