
Kediri-menaramadinah.com-Ditengah khidmatnya bulan suci Romadhan Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR menerima kunjungan shillarurrohmi Sekjen Perkumpulan Instruktur Pegiat Jati Diri Bangsa dan Ketua Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Perdamaian Nusantara di Kantor Mapolres Jombang Jl. KH. Wahid Hasyim No.62, Kepanjen, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kamis (26/02/2026)
Pertemuan ini membahas rencana kerjasama pembangunan karakter jati diri bangsa untuk generasi muda, khususnya Jombang.
‘Sudah lama saya tertarik pada jati diri bangsa ini, saya menunggu kapan di Jombang ini ada. Karena memang sejak dulu soal kebangsaan, bhinnka tunggal Ika, merah putih sudah melepat pada diri saja sejak muda,” kata AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR.
Ketua Pesantren Jati Diri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara R.M. Suhardono mengatakan bahwa Kapolres Jombang sangat antusias membahas karakter jati diri bangsa.
“Kita duduk bersama untuk membahas pelatihan pendidikan karakter jati diri bangsa Indonesia untuk generasi muda Jombang, Alhamdulillah Bapak Kapolres bersemangat untuk urusan kebangsaan ini,” kata R.M. Suhardono.
Meski belum ditentukan final mengenai jadwal dan tempat pelaksananya tapi semua sudah sepakat untuk bersinergi bersama dalam hal pentingnya pendidikan jati diri bangsa.
“Kesepakatan ini lahir dari sebuah kesadaran bersama bahwa tantangan zaman hanya bisa dijawab dengan karakter yang kokoh. Rencananya, program ini akan segera digulirkan pada bulan Ramadhan ini, namun tanggalnya belum kita tentukan. Dan kita utamakan adalah para siswa pelajar SMK di wilayah Jombang yang kurang kasih sayang,” aku Kushartono Sekjen PIPJATBANG.
Rencananya program pembinaan ini akan bersinergi juga dengan Persada Sukarno Situs Ndalem Pojok dsebuah tempat keramat yang menjadi saksi bisu masa kecil Sang Proklamator dan tempat lahirnya nama Soekarno. Di tempat sejarah itulah, aspek spiritual, intelektual, dan kultural akan dilebur menjadi satu kekuatan karakter bagi para peserta.
Sinergi antara aparat penegak hukum dan para penggiat jati diri bangsa ini sejatinya adalah investasi nyata untuk menjemput fajar Indonesia Emas 2045. Melalui sentuhan pendidikan rasa, generasi muda Jombang dipersiapkan untuk tumbuh menjadi manusia yang seimbang: memiliki kedekatan dengan Sang Pencipta (Spiritual), cakap dalam ilmu pengetahuan (Intelektual), namun tetap setia pada akar budaya aslinya (Kultural).* Salam
