Nyekar Ramadan di Surabaya Oleh Parkir Liar dari 2000 Dicoret Jadi 5000 Warga Mengeluh

Surabaya-Ramai di media sosial, masyarakat mengeluhkan parkir berbayar di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Surabaya, ketika memasuki bulan Ramadhan 2026.

Berdasarkan video yang beredar, seseorang tengah merekam dua buah karcis parkir berwarna hijau. Di kertas tersebut tampak gambar sepeda motor, tulisan plat nomor dan harganya.

Kemudian, video memperlihatkan seorang pria tengah memindahkan sebuah sepeda motor yang terparkir. Di sisi lain, ada sejumlah pedagang bunga yang berjajar di sepanjang jalan.

Menanggapi video yang beredar tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, parkir kendaraan di sekitar TPU tidak dipungut biaya.

“Kami tegaskan, parkir di area makam itu gratis. Informasi itu sudah kami sampaikan secara jelas melalui banner resmi yang terpasang di lokasi,” kata Dedik, saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026).

Sedangkan, ada pengecualian parkir di TPU Keputih, Krematorium Keputih, TPU Simo Kwagean dan TPU Putat Gede. Sebab, parkir di area itu kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya.

“Selain lokasi yang memang dikelola Dishub, tidak ada penarikan retribusi parkir di dalam area makam. Jika ada oknum yang meminta sejumlah uang dengan dalih parkir, itu bukan petugas resmi,” ujarnya.

Dedik mengimbau masyarakat menolak ketika diminta membayar parkir di area makam. Dia juga berharap warga melaporkannya ke Command Center 112 atau akun@parkirsurabaya.

“Kalau parkir kendaraan di dalam area makam yang memang gratis dan tidak ada petugasnya, kami imbau warga tetap mengawasi kendaraannya masing-masing,” jelasnya.

“Tapi jika parkir di lokasi yang dijaga petugas resmi, pastikan meminta karcis sebagai bukti pembayaran,” tambahnya. (kompas)

#gresiksumpek #surabaya #news