
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah mengutus para ulama sebagai pewaris Nabi-Nabi. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan umatnya hingga akhir zaman.
Makam Keramat Syekh Shohib dan Syekh Ruyyani di Kadu Pinang, Pandeglang, Banten, merupakan tempat peristirahatan dua tokoh ulama besar yang hidup pada abad ke-19 M. Syekh Muhammad Shohib dan putranya, Syekh Muhammad Ruyyani, adalah ulama yang sezaman dengan Syekh Nawawi Banten dan Syekh Abdul Karim Banten.
Syekh Shohib memiliki kaitan dengan beberapa ulama besar lainnya, seperti Syekh Abdul Karim Banten dan Syekh As’ad Thawil, yang berperan dalam gerakan perlawanan petani di Cilegon melawan pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1886. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang memiliki ilmu yang luas dan mendalam, serta memiliki kemampuan dalam bidang tasawuf dan fikih.
Syekh Ruyyani, putra Syekh Shohib, juga merupakan ulama besar yang memiliki pengaruh besar di Banten. Beliau memiliki dua anak yang juga menjadi ulama besar, yaitu Syekh Sholih Ruyyani dan Syekh Burhanuddin Ruyyani. Syekh Sholih Ruyyani menjadi korektor kitab di Maktabah Musthafâ al-Bâbî al-Halabî di Kairo, sedangkan Syekh Burhanuddin Ruyyani menjabat sebagai wakil kepala Ruwaq Jawa di al-Azhar Kairo.
Kedua anak Syekh Ruyyani ini adalah aktivis gerakan intelektual Bumi Putera yang berkarir di Kairo dan memiliki hubungan erat dengan ulama-ulama besar lainnya di Nusantara. Mereka berdua juga dikenal sebagai ulama yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan Islam di Timur Tengah. Syekh Sholih Ruyyani dikenal sebagai ahli dalam bidang fikih dan tasawuf, sedangkan Syekh Burhanuddin Ruyyani dikenal sebagai ahli dalam bidang tafsir dan hadis.
Dengan demikian, Syekh Shohib dan Syekh Ruyyani, serta anak-anaknya, merupakan contoh telaga ilmu dan keberanian dalam memperjuangkan agama dan bangsa. Semoga kita dapat mengambil hikmah dan inspirasi dari jejak-jejak mereka.
Ditulis oleh:
Diar Mandala, penulis dan aktivis yang berfokus pada sejarah Islam, cucu dari Syekh Ruyyani.
