Semua Pemimpin Tidak Mengurus Rakyat

 

Oleh : Dr. Ir. Hadi Prajoko, SH, MH

Ya’ belum Lima tahun pilpres tetapi mulai persiapan pertempuran perebutan kekuasaan, sungguh sangat
Memprihatinkan

Semua pemimpin tidak mengurus rakyat tetapi mereka hanya ego diri kekuasaan nya, begitu takutnya kekuasaan akan hilang ….
Kekuasaan ini mampu memusnahkan akal’ Waras baik’ sebagai pemimpin dan politikus hilang sudah rasa kemanusiaan nya,

Hati mereka telah terbentuk nafsu kebinatangan dan tersesat dalam racun hedonistik semata mata perebutan politik tanpa sedikitpun moralitas.
Manusia seperti ini menandakan kembali nya peradaban rimba’ liar binatang.

Saya sangat peduli dengan keadaan masyarakat hari ini tetapi, juga hanya mampu merasakan penderitaan dan kepedulian dinamika politik terhadap nasib rakyat dan negara.

Dari perspektif ilmiah, fenomena ini dapat dipahami sebagai contoh dari “Tragedi Umum” (Tragedy of the Commons) yang dijelaskan oleh Garrett Hardin (1968). Tragedi ini terjadi ketika individu atau kelompok memiliki kepentingan pribadi yang lebih besar daripada kepentingan umum, sehingga mereka cenderung untuk mengeksploitasi sumber daya umum tanpa memperhatikan konsekuensi jangka panjang.

Dari perspektif filosofis, fenomena ini dapat dipahami sebagai contoh dari “Nihilisme” yang dijelaskan oleh Friedrich Nietzsche (1883). Nihilisme adalah keadaan di mana nilai-nilai moral dan etika tidak lagi dihargai, dan individu atau kelompok hanya berfokus pada kepentingan pribadi tanpa memperhatikan konsekuensi moral.

 

Dari perspektif sosiologis, fenomena ini dapat dipahami sebagai contoh dari “Teori Konflik” yang dijelaskan oleh Karl Marx (1848). Teori ini menyatakan bahwa masyarakat terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang memiliki kekuasaan dan kelompok yang tidak memiliki kekuasaan. Kelompok yang memiliki kekuasaan cenderung untuk mempertahankan kekuasaan mereka dan mengeksploitasi kelompok yang tidak memiliki kekuasaan.

Dari perspektif politik, fenomena ini dapat dipahami sebagai contoh dari “Teori Elit” yang dijelaskan oleh C. Wright Mills (1956). Teori ini menyatakan bahwa kekuasaan politik dipegang oleh sekelompok kecil elit yang memiliki kepentingan pribadi dan cenderung untuk mempertahankan kekuasaan mereka.

Referensi:

– Hardin, G. (1968). The Tragedy of the Commons. Science, 162(3859), 1243-1248.
– Nietzsche, F. (1883). Thus Spoke Zarathustra.
– Marx, K. (1848). The Communist Manifesto.
– Mills, C. W. (1956). The Power Elite.