
Oleh: H.Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Senior. Aktif di PW ISNU Jawa Timur.
BULAN RAMADHAN adalah masa yang penuh berkah, di mana umat Islam diajak untuk memperdalam hubungan dengan Sang Pencipta melalui ibadah, refleksi diri, dan penghindaran dari segala bentuk kemungkaran.
Tak ada waktu yang lebih tepat untuk mengkaji salah satu syair bait lagu paling ikonik dari Raja Dangdut H. Rhoma Irama berjudul *Nyanyian Setan*—karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan pesan moral yang bersandar pada ajaran Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW.
*Pesan Inti Lagu: Mengenali Godaan yang Terbungkus dalam “Nyanyian”*
Lagu *Nyanyian Setan* secara gamblang mengidentifikasi empat bentuk godaan utama yang sering menjadi pintu masuk ke dalam perbuatan dosa: berjudi, berzina, mencuri, dan mabuk-mabukan. H.Rhoma Irama menyebutnya sebagai “nyanyian syetan” karena godaan tersebut datang dengan cara yang menggoda dan seringkali terasa menarik di awal, namun pada akhirnya akan menjerat manusia ke dalam jurang kehinaan dan azab.
Di bagian lagu yang menyatakan “Syetan merayu dengan kesenangan / Contohnya minuman dan perempuan / Namun di balik semua kesenangan / Pasti datang padamu kehancuran”,kita melihat betapa jelasnya penyajian tentang sifat licik syetan yang selalu menggunakan kesenangan duniawi sebagai perangkap.
*Dukungan Ajaran Al-Qur’an Terhadap Pesan Lagu*
Pesan yang disampaikan dalam lagu ini sejalan dengan petunjuk yang terdapat dalam Al-Qur’an:
.Tentang berjudi dan mabuk-mabukan: Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar, berjudi, meminta nasib dengan mengundi nasib dengan anak-anak binatang (untuk sembahyang), dan berhala adalah perbuatan keji yang termasuk dari perbuatan syetan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 90).
Ayat ini secara tegas menyatakan bahwa kedua perbuatan tersebut adalah jalan yang ditunjukkan oleh syetan untuk menjauhkan manusia dari agama.
*Tentang berzina: Firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ [17]: 32). Zina bukan hanya merusak kehormatan diri dan keluarga, tetapi juga menghancurkan keharmonisan masyarakat.
.Tentang mencuri: Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang mencuri laki-laki dan perempuan, maka potonglah tangan kanan mereka sebagai balasan dari apa yang telah mereka kerjakan, sebagai hukuman dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(QS. Al-Ma’idah [5]: 38). Ayat ini menunjukkan betapa seriusnya Allah SWT menilai perbuatan mencuri.
Selain itu, Al-Qur’an juga memperingatkan tentang cara kerja syetan: “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka jadikanlah dia sebagai musuhmu. Sesungguhnya syetan itu hanya menyeru kaumnya agar mereka menjadi orang-orang yang masuk ke dalam api neraka yang luas.” (QS. Al-Furqan [25]: 52).
*Petunjuk dari Hadits Nabi Muhammad SAW*
Rasulullah Muhammad SAW juga telah memberikan banyak peringatan tentang godaan syetan dan perbuatan dosa yang disebutkan dalam lagu:
Hadits tentang godaan syetan: Rasulullah SAW bersabda, “Syetan itu datang kepada setiap anak Adam dengan berkata, ‘Siapakah Tuhanmu?
Kemudian jika dia menyembah Allah, maka syetan akan berkata, ‘Apakah kamu tidak melakukan maksiat dan tidak mengambil harta yang haram?'” (HR. Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa syetan tidak pernah berhenti mencoba menggoda manusia ke dalam perbuatan dosa.
Hadits tentang bahaya zina: Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah zina, karena sesungguhnya zina itu memalingkan dari cahaya dan menghapuskan pahala amal.” (HR. At-Tirmidzi).
Hadits tentang berjudi: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang bermain judi maka ia telah berbuat dosa yang setara dengan berzina empat puluh kali.” (HR. Ibnu Majah).
Hadits tentang mabuk-mabukan: Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dalam khamar ada keburukan yang banyak.” (HR. Bukhari dan Muslim).
*Relevansi Pesan Lagu di Bulan Ramadhan*
Bulan Ramadhan adalah waktu di mana pintu langit dibuka lebar dan pintu neraka ditutup, sementara syetan-syetannya dibelenggu. Namun, godaan tetap bisa datang dalam bentuk pikiran dan hasrat yang tersembunyi di hati—seperti yang dinyatakan dalam lagu dengan frasa “bila tersirat di hatimu”.
Di bulan suci ini, kita diajak untuk membersihkan hati dari segala bentuk niat buruk. Pesan dari lagu *Nyanyian Setan* menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan godaan bukan hanya tentang menghindari perbuatan dosa secara lahiriah, tetapi juga membersihkan hati dari segala bentuk keinginan yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
Rhoma Irama sendiri telah banyak mengakui bahwa setiap karyanya selalu diilhami oleh Al-Qur’an dan Hadits. Karya ini adalah bukti bahwa seni dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan agama kepada masyarakat luas, termasuk mereka yang mungkin jarang mendengar ceramah agama secara langsung.
*Menjadikan Pesan Lagu sebagai Amunisi Spiritual*
Lagu Nyanyian Setan bukan hanya sebuah karya musik yang populer, tetapi juga sebuah petunjuk kecil tentang bagaimana menghadapi godaan di dunia ini. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, mari kita jadikan pesan dari lagu ini sebagai amunisi spiritual untuk memperkuat diri kita dari segala bentuk godaan syetan.
Ingatlah bahwa setiap keinginan yang tidak baik yang muncul di hati adalah awal dari “nyanyian syetan” yang perlu kita tahan dan tolak dengan kekuatan iman, ibadah, dan kecintaan kepada Allah SWT.
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk selalu berada di jalan yang benar dan meraih berkah penuh di bulan Ramadhan.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 11) *Wallahu A’lam Bisshawab*
