بسم الله *Bagaimana Ilmu Laduni itu?*

Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)

Semua teks ini adalah hasil dialog dengan ChatBPT. Ilmu laduni adalah pengetahuan yang diberikan langsung oleh Allah SWT ke dalam hati manusia tanpa proses belajar formal. Istilah ini merujuk pada QS Al-Kahfi: 65, yang berbunyi:

فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا

Artinya: “Lalu mereka berdua menjumpai seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari Kami, dan Kami telah mengajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”

Ayat ini menceritakan tentang Nabi Musa AS yang bertemu dengan Nabi Khidir AS, seorang nabi yang memiliki ilmu yang luas dan telah diberi rahmat oleh Allah SWT (Modified AI, 2026).

“…dan Kami telah mengajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”
Kata “ladunna” (dari sisi Kami) yakni sumbernya transenden, bukan hasil transfer manusia-ke-manusia.

Ciri-ciri Utama Ilmu Laduni:
1. Intuitif & langsung, datang sebagai pemahaman mendalam, bukan hafalan atau logika bertahap.
2. Holistik, bukan sekadar tahu “apa”, tapi juga “mengapa” dan “ke mana”.
3. Etis & membimbing selalu, selaras dengan kebaikan, hikmah, dan ketaqwaan.
4. Personal & kontekstual, tidak bisa diseragamkan atau dipatenkan.

Perbedaan dengan Ilmu Rasional & Empiris adalah bisa dilihat dari beberapa aspek. Aspek sumber Ilmu Rasional/Empiris adalah akal dan indra, sedangkan ilmu laduni sumber Ilahi. Metoda Ilmu rasional/empiris adalah Logika dan observasi sedangkan ilmu laduni pencucian hati. Validasi ilmu rasional/empiris adalah eksperimen sedangkan ilmu laduni adalah Konsistensi moral & spiritual.

Sebagai catatan penting bahwa ilmu laduni bukan pengganti sains, tapi pendalaman makna di balik sains. Ilmu Laduni dalam Kacamata Filsafat & Sains Modern adalah bagian yang penting.

1. Intuisi dalam Sains
Banyak lompatan ilmiah besar lahir dari intuisi:
* Einstein: thought experiment.
* Kekulé: struktur benzena dari mimpi.
* Ilmu laduni ≈ intuisi tingkat tinggi yang terkalibrasi spiritualitas.

2. Kompleksitas & Emergence
* Teori kompleksitas menyatakan bahwa kebenaran tidak selalu bisa diturunkan dari bagian-bagian kecil.
* Ada pola yang “muncul tiba-tiba”.
* Ilmu laduni bekerja di level emergent insight, bukan analisis linear.

3. Quantum & Non-Local Knowing, tanpa memaksakan:
* Quantum menunjukkan realitas tidak sepenuhnya lokal dan deterministik.
* Pengetahuan tidak selalu datang dari sebab-akibat klasik.
* Ilmu laduni, mengetahui tanpa tahap sebab akibat.(ini analogi filosofis, bukan klaim fisika ya).

Bahaya yang perlu dijaga dan
Ini krusial:
1. Mengklaim semua bisikan batin sebagai wahyu Anti-ilmu dan anti-kritik.
2. Menggunakan “ilmu laduni” untuk legitimasi kuasa.
3. Para ulama menekankan bahwa Ilmu laduni harus tunduk pada syariat dan akhlaq.
4. Posisi Ideal dalam Pendidikan & Peradaban.
5. Dalam kerangka sinergi sains–agama, yakni Sains → bagaimana dunia bekerja, Ilmu laduni → untuk apa pengetahuan itu digunakan.
6. Maka lahirlah Ilmuwan yang rendah hati, etis, dan visioner.

Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.

Surabaya,
23 Sya’ban 1447
atau
10 Februari 2026
m.mustain