
Suŕabaya-Tim gabungan yang terdiri dari Petugas Terminal, Kepolisian, dan Garnisun (TNI) turun tangan melakukan operasi tangkap tangan terhadap oknum calo yang melakukan praktik “Getok Harga” alias memalak penumpang secara halus.
Insiden ini viral karena margin keuntungan yang diambil si calo sungguh di luar nalar ekonomi, bahkan investasi saham pun kalah.
Modus operandi pelaku sangat sederhana namun mencekik leher.
– Menawarkan Bus rute dari Surabaya ke Malang.
– Tarif normalnya berkisar Rp 20.000-50.000 (Bus Ekonomi/Patas).
– Si calo tiba-tiba menyulap harga menjadi Rp 110.000.
Dengan harga segitu, penumpang mungkin berharap busnya bisa terbang, dapat makan prasmanan, atau dipijat sepanjang jalan.
Padahal realitanya, busnya sama saja, namun kenaikan harganya ada yang bisa mencapai 500%.
Beruntung, laporan penumpang segera direspons cepat, dan petugas tidak memberi ampun.
– Di hadapan petugas yang berbadan tegap, nyali calo langsung ciut, mereka dipaksa mengembalikan uang kerugian korban (Refund) saat itu juga.
– Pelaku digiring ke pos untuk “disekolahkan” sebentar (pembinaan mental).
– Seperti biasa, pelaku diwajibkan membuat Surat Pernyataan Tertulis, janji manis di atas kertas bermaterai agar tidak mengulangi perbuatannya (lagi).
Tindakan tegas pengelola Terminal Purabaya ini patut diacungi jempol.
Calo di Bungurasih memang terkenal “licin”, tapi kali ini mereka salah mangsa.
Bagi penumpang, hati-hati jika ada orang ramah tanpa seragam resmi yang menawarkan tiket, bisa jadi itu tiket menuju “keboncosan”
MM
