
Oleh: Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Senior yang aktif di PW ISNU Jawa Timur.
MALANG–Stadion Gajayana Kota Malang menjadi saksi bisu sejarah perjalanan seratus tahun Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 7–8 Februari 2026, ketika lebih dari 107.000 jemaah Nahdliyin dari seluruh pelosok tanah air berkumpul dalam acara Mujahadah Kubro.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto beserta rombongan jajaran Kabinet Merah Putih, tokoh NU, dan pemerintah daerah menjadi bukti nyata penghargaan terhadap kontribusi organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang telah menjadi pilar utama persatuan bangsa.
Dalam sambutannya yang penuh makna, Presiden mengemukakan empat poin penting tentang peran strategis NU, sekaligus mengumumkan kabar gembira tentang pembangunan Kampung Haji Indonesia pertama di Mekkah, sebagai bentuk penghormatan bagi bangsa Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi.
*Perayaan Sejarah: Rangkaian Kegiatan 1 Abad NU yang Sarat Makna*
Peringatan satu abad kelahiran NU tidak hanya berpusat pada puncak acara di Stadion Gajayana, melainkan diawali dengan serangkaian kegiatan yang merambah berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa Timur sejak awal Januari 2026. Rangkaian dimulai dengan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (Unisma) pada Rabu, 7 Januari, yang menjadi wadah untuk mengkaji peran pesantren dalam membangun karakter bangsa.
Selanjutnya, pada 24 Januari dilaksanakan ziarah muassis dan muharrik NU se-Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri dan pelopor yang telah merintis perjuangan NU selama seratus tahun.
Tak hanya berfokus pada aspek keagamaan dan sejarah, perayaan ini juga menyentuh ranah budaya dan ekonomi. Pada 29 Januari, digelar Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya yang menghadirkan keindahan seni budaya Islam nusantara. Kemudian, pada 30 Januari, Pameran Lukisan Nasional bertema “Mangsa Kalasubo” di Galeri Dewan Kesenian Surabaya mengangkat karya-karya seni yang menggambarkan semangat perjuangan dan nilai-nilai NU.
Untuk menyentuh kehidupan keluarga dan kesehatan masyarakat, PWNU Jatim juga menggelar kegiatan parenting dan pesantren sehat yang diselenggarakan oleh LKKNU-RMI di berbagai daerah pada tanggal 27 Januari hingga 15 Februari 2026. Sebelum puncak acara, pada tanggal 5–7 Februari, di Kampung Coklat Kabupaten Blitar digelar rangkaian kegiatan ekonomi berupa Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, dan talkshow tentang tiga pilar ekonomi NU – UMKM, filantropi, dan industri pertanian – yang menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan rakyat jelata.
Pada puncak acara tanggal 8 Februari, Stadion Gajayana dipenuhi oleh ribuan jemaah yang datang menggunakan 1.183 bus, 6.465 mobil, dan 5.413 sepeda motor. Kehadiran KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin – Ketua PWNU Jatim), KH Anwar Manshur (Rais Syuriyah PWNU Jatim), serta tokoh penting lainnya seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Mahfud MD, dan Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat semakin menyempurnakan suasana perayaan bersejarah ini.
*Pesan Presiden: NU Sebagai Pilar Kebangsaan yang Kokoh*
Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi sekitar pukul 06.50 WIB dan disambut dengan antusias oleh puluhan ribu jemaah yang telah berkumpul sejak dini hari. Dalam sambutannya yang disiarkan langsung ke seluruh Indonesia, Presiden mengemukakan empat poin utama yang menyoroti peran strategis NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pertama, NU Sebagai Pilar Kebangsaan yang Kokoh. Presiden menyampaikan penghormatan tinggi terhadap perjalanan seratus tahun NU yang tidak hanya berperan dalam ranah agama, tetapi juga menjadi tulang punggung pembangunan fondasi negara, pemeliharaan kesatuan, dan dorongan kemajuan bangsa. “Sejak berdiri pada tahun 1926, NU telah melalui berbagai masa tantangan dan kemajuan bersama bangsa, menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kebangsaan Indonesia,” ujar Presiden.
Kontribusi NU dalam pendidikan rakyat, pengembangan ekonomi rakyat, dan pembangunan sumber daya manusia telah memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa.
Kedua, Seruan Persatuan Sebagai Kunci Kemajuan Negara. Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya jutaan warga Nahdliyin, untuk terus menjaga tali persatuan. Beliau menekankan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kemampuan untuk bersatu meskipun memiliki perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, dan pandangan. “NU dengan kapasitas dan jaringannya yang luas di seluruh pelosok negeri, memiliki peran sentral dalam mewujudkan persatuan yang kokoh dan solidaritas nasional yang kuat,” tegasnya.
Seruan ini menjadi sangat relevan mengingat tantangan globalisasi yang mengharuskan bangsa Indonesia untuk tetap bersatu dalam menghadapi perubahan zaman.
Ketiga, Apresiasi Atas Kontribusi dalam Merawat Keberagaman. Presiden memberikan apresiasi tinggi terhadap peran NU yang konsisten dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat. Beliau menyatakan bahwa NU telah menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah halangan, melainkan kekayaan yang harus dirawat bersama. Sejak lama, NU telah mempromosikan nilai-nilai toleransi, gotong royong, dan hidup rukun yang menjadi dasar keharmonisan masyarakat Indonesia, bahkan menjadi contoh bagi seluruh bangsa dalam menghadapi keragaman dengan sikap inklusif.
Keempat, Kedekatan Pemimpin dengan Rakyat. Setelah menyampaikan sambutan resmi, Presiden Prabowo menunjukkan kedekatannya dengan jemaah dengan menaiki mobil khusus “Maung Garuda” untuk menyapa ribuan Nahdliyin yang hadir. Prosesi menyapa yang dipenuhi semangat kebersamaan menjadi simbol hubungan erat antara pemerintah dengan masyarakat, serta bentuk penghormatan terhadap peran penting NU dalam kehidupan berbangsa. Presiden juga mengaku merasa lebih berani untuk berbakti dan membela kepentingan rakyat Indonesia ketika berada di tengah-tengah Nahdliyin, santri, dan para Kyai. “Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan,” ucapnya dengan penuh semangat.
*Kabar Gembira: Kampung Haji Indonesia Pertama di Mekkah*
Dalam acara yang sama, Presiden Prabowo mengumumkan kabar penting yang menjadi kebanggaan seluruh bangsa Indonesia. Beliau menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memperoleh kehormatan dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk memiliki lahan di kota suci Mekkah guna pembangunan Kampung Haji Indonesia. “Ini adalah pertama kali dalam sejarah pemerintah Kerajaan Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di Kota Suci Mekkah. Mereka mengubah Undang-Undang mereka khusus untuk memberi penghormatan kepada bangsa Indonesia,” jelas Presiden.
Lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun Kampung Haji yang diperuntukkan bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia. Presiden menjelaskan bahwa dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, Kampung Haji Indonesia akan terbangun dengan fasilitas memadai, mulai dari sekitar seribu kamar yang akan dikembangkan secara bertahap.
Beliau berkomitmen untuk menghadirkan hunian yang layak dan pelayanan terbaik bagi jamaah, sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
“Nanti dijamin semua jamaah akan mendapat hunian yang layak, tempat yang baik. Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.
*Doa dan Motivasi untuk Masa Depan NU dan Bangsa*
Moment Mujahadah Kubro 1 Abad NU bukan hanya sebuah acara bersejarah, melainkan juga titik tolak bagi perjalanan NU ke masa depan yang lebih baik. Semangat perjuangan dan kontribusi yang telah diberikan oleh NU selama seratus tahun diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda, sehingga menjadi kekuatan yang terus mendorong kemajuan bangsa dan menjaga keutuhan NKRI.
Marilah kita panjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar NU senantiasa menjadi organisasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Semoga nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathoniyah yang menjadi landasan NU terus diperkuat, menjadi pondasi persatuan yang kokoh di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Semoga pula Kampung Haji Indonesia di Mekkah dapat segera terwujud dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh jamaah haji dan umrah Indonesia.
Semangat Mujahadah Kubro yang membawa pesan kebersamaan, persatuan, dan kemajuan harus menjadi energi bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membangun negeri yang lebih baik, makmur, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya. Seperti yang telah dibuktikan selama seratus tahun, NU akan terus menjadi pilar penting yang menjaga tegaknya persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.*Wallahu A’lam Bisshawab*7 Januari
