IPNU Masanganwetan Sukodono Sidoarjo Runner-up di Grand Final Booth Camp dan Audisi AI di Kampung Coklat

Blitar – Sultan Ahmad Dava, Peserta Pelatihan Penyiaran Televisi yang digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 (Runner Up) dalam ajang AI Boot Camp Competition Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Grand Final kompetisi tersebut digelar pada Kamis, 5 Februari 2026 di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar. Prestasi ini diabadikan dalam foto Sultan Ahmad Dava saat menerima penghargaan di Kampung Coklat Blitar, menampilkan hasil karya Booth Camp PWNU Jatim dan Audisi AI yang menginspirasi dakwah digital NU Jawa Timur.

Putra Khoirum Maftuhah Bendahara II ISNU Sidoarjo ini sebelumnya mengikuti rangkaian AI Booth Camp yang dilaksanakan selama beberapa hari. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pelatihan intensif selama satu hari penuh mengenai pemanfaatan berbagai aplikasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), termasuk penggunaan ChatGPT, pengolahan teks ke video, serta image to video.

Menurutnya, metode image to video menjadi salah satu yang paling mudah diterapkan. “Menurut saya yang paling mudah adalah image to Video jika dari foto sudah mewakili sesuai dengan keinginan kita. Misalnya foto saya diunggah, lalu diberi perintah atau prompt sesuai narasi yang kita inginkan, kemudian bangunan yang digunakan juga sesuai yang kita inginkan, kebetulan saya terinspirasi bangunan gedung PWNU Jawa Timur , sehingga saya upload bangunan tersebut untuk saya perintahkan sesuai Imajinasi saya dan saya kreasikan sesuai konsep yang ada dikepala saya,” jelasnya.

Proses pembuatan video dimulai dari tahap generate gambar, memilih berbagai opsi prompt yang tersedia, lalu menyesuaikan teks secara bertahap. Durasi video pun bisa diatur, mulai dari 5 hingga 8 detik, disesuaikan dengan kebutuhan, baik untuk percakapan maupun gerakan tertentu.

Tidak hanya materi teknis, pada hari berikutnya peserta juga mendapatkan sesi diskusi dan komunikasi untuk membahas kendala-kendala yang dihadapi selama proses pelatihan. Ia menilai kegiatan ini sangat positif, terutama dalam menyiapkan generasi muda NU agar melek teknologi.

“Harapan panitia sangat besar. Bisa dibayangkan jika GenZi NU mampu menguasai AI, betapa mudahnya berdakwah dan bersyiar melalui media digital. Ini juga bagian dari menyiapkan calon pemimpin NU di masa depan,” ujarnya.

Pada babak Grand Final, panitia menyeleksi 6 peserta terbaik dari sekitar 83 peserta atau lembaga yang mengikuti kompetisi. Keenam finalis tersebut diundang langsung ke lokasi untuk mengikuti tantangan on the spot dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

Sultan Ahmad Dava juara 2 AI Booth Camp PWNU Jatim, pernah mengikuti pelatihan penyiaran ISNU Sidoarjo di LP Ma’arif Sidoarjo. Katanya peserta grand final sebetulnya ada Challenge on the Spot untuk menerapkan ilmunya secara Live.
Namun, karena keterbatasan waktu dan adanya keterlambatan beberapa peserta dan faktor lainnya, mekanisme penilaian diubah menjadi presentasi konsep karya dan proses pembuatannya. “Dengan bekal pelatihan penyiaran yang sebelumnya saya ikuti melalui PC ISNU Sidoarjo, saya bisa mempresentasikan karyanya dengan baik meskipun bersifat dadakan dan alhamdulillah berhasil meraih Runner Up dalam kompetisi tersebut” ujarnya.

Ketua PC ISNU Sidoarjo Dr. H. Sholehuddin menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian Sekretaris Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Masangan Wetan tersebut. Tentu ini mengharumkan nama Sidoarjo dan PCNU Sidoarjo. Ia menegaskan bahwa pelatihan penyiaran yang memuat materi public speaking dan teknik pembacaan berita memberikan manfaat jangka panjang.
“Ini yang disebut pelatihan berdampak,” pungkasnya. Fain