بسم الله *Rendah Hati dan Rendah Diri*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Kita diajarkan oleh orang tua kita tidak boleh rendah diri tetapi harus rendah hati. Rendah diri kebalikan harga diri sedangkan rendah hati kebalikan dari sombong. Kondisi idealnya punya harga diri tetapi tetap rendah hati. Punya harga diri atau berwibawa tetapi tetap tawadlu’ dan sederhana. Janganlah kita membanggakan diri dan jangan pula merasa rendah diri atau mengasorkan diri.

QS. Luqman: 18 telah melarang sombong dan membanggakan diri, yakni:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Artinya: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena takabbur) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang takabbur lagi membanggakan diri.”

Tafsir ayat ini memerintahkan kita untuk bersikap rendah hati dan tidak sombong di hadapan orang lain.

Rendah hati adalah sifat yang terpuji, tetapi ada kelemahan apabila melebihi kewajaran apalagi ketika berlebihan. Kebaikan rendah hati yang melebihi kewajaran akan berubah menjadi Kelemahan. Rendah hati yang berlebihan bisa membuat seseorang:
– Tidak berani mengekspresikan pendapat.
– Terlalu fokus pada orang lain dan lupa diri sendiri.
– Kehilangan kesempatan karena tidak berani tampil.

Contoh: Seseorang yang terlalu rendah hati mungkin akan kesulitan menjadi pemimpin atau mendapatkan kesempatan yang layak.

Jadi, penting untuk mengerti dan bisa menyeimbangkan antara rendah hati dan percaya diri.

Dalam hal sifat rendah diri, bisa dianggap sebagai sifat yang baik apabila di bawah kewajaran. Sifat ini apabila melebihi kewajaran sampai bila terlalu ekstrem, maka bisa membuat seseorang:
– Kurang percaya diri
– Tidak berani mengambil keputusan
– Terlalu bergantung pada orang lain
– Tidak bisa menghargai diri sendiri.

Contoh: Seseorang yang selalu merendahkan diri mungkin akan kesulitan menerima pujian atau mengakui keberhasilannya sendiri.

Jadi, penting untuk kita ketahui batas antara rendah diri yang baik dan yang melebihi kewajaran bahkan yang terlalu ekstrem. Mari kita ukur masing-masing rendah hati dan rendah diri yang wajar, sehingga kita bisa mengoptimalkan sikap dan prilaku kita. Semoga demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
12 Sya’ban 1447
atau
31 Januari 2026
m.mustain