
Kegiatan Pasopati Cakra Nusantara merupakan Suatu Terobosan dalam pengembangan budaya lewat Kunjungan Lintas Budaya dengan di ikuti 100 Pelaku dan Penggiat Budaya Se Nusantara.
Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, NTB.

Yang dilaksanakan di 2 Kerajaan berpengaruh di Pulau Bali.
Yaitu di Puri Agung Pemecutan sekaligus di sambut oleh Pelingsir ( Keluarga Puri Agung tertinggi Yang di Sepuhkan )
Yang Mulia Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga.

Yang Mulia nak Agung Ngurah Ketut Parwa dan Anak Agung Ngurah Agung Parwana.
Serta Puri Agung Klungkung dengan Yang Dimuliakan Raja Klungkung Ida Dalem Swara Putra.
Bali Yang merupakan Pusat Sorotan Dunia dalam peradaban Khultur Budaya yang masih kuat maupun eksis akan Seni, Adat dan Budayanya.
Sehingga sangatlah tepat di awal Tahun tepatnya 16, 17, 18 Januari 2026, Program Pasopati Cakra Nusantara dalam Kunjungan Lintas Budaya di laksanakan.
Sesuai Komitmen Pasopati Cakra Nusantara Sebagai Pusat Penganugerahan,
Penghargaan dan Pengembangan Budaya Nusantara selalu aktif berkiprah menjalankan isi Undang Undang Pemajuan Kebudayaan no. 05 Tahun 2017.
Hal ini Bentuk Kesungguhan dan eksistensi dalam menjaga serta melestarikan adat dan Budaya bahkan sekaligus menjalankan dalam kehidupan sehari hari lewat edukasi, Wawasan dan penerapan di masyarakat.
Ini bentuk upaya dari mendukung Program Pemerintah Daerah Jawa Timur sebagai penguatan bentuk branding Jawa Timur Pintu Gerbang Nusantara merupakan Gerbang Baru Nusantara.
Pesan ini telah disampaikan oleh Ketua Umum sekaligus Pendirian Pasopati Cakra Nusantara Kanjeng Pangeran Arya Senopati Mpu Ki Bagus saat di wawancarai media selesai acara di Puri Agung Pemecutan dan Puri Agung Klungkung.
Dengan di dampingin para Pendiri, Pembina dan pengurus pusat maupun Panitia Kunjungan lintas budaya.
Diantara nya Nyai Siti Zaenab, Cakra Wangsa, Puguh, Nyai Jasmin, Gus Tri, Ki Sewur, bunda Wiwik serta Panitia lainnya.
Yang selama ini didukung penuh oleh Marsda Dr. Ir. Tri Bowo Budi S. serta Irjen Pol. Imam Sayuti.
Tentunya semua ini tidak lepas dari semangat kebersamaan serta kekompakan dalam menjalin hubungan sinergi dengan para Spiritual Pendoa, Pelaku dan penggiat budaya di Nusantara.
Hal ini perlu untuk saling merajut kebersamaan dalam menjaga, Melestarikan serta bersama mengembangkan budaya serta nilai nilai Budi Pekerti Luhur menuju Nusantara Baru Indonesia Maju .
Salam Budaya Rahayu.
