Pengurus K3 Jatim Kunjungi Rektor UNAIR, Prof. Muhammad Madyan Bersedia Jadi Pembina

Surabaya — Pengurus Kerukunan Keluarga Kalimantan Jawa Timur (K3 Jatim) melakukan kunjungan silaturahmi ke Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., pada Rabu, 21 Januari 2026. Kunjungan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kesempatan pertama K3 Jatim bersilaturahmi secara resmi ke Universitas Airlangga.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, Prof. Muhammad Madyan—yang merupakan putra asli Banjarmasin, Kalimantan Selatan—menyatakan kesediaannya untuk menjadi Pembina K3 Jatim. Kesediaan ini disambut antusias oleh jajaran pengurus K3 Jatim sebagai langkah strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat Kalimantan di Jawa Timur yang berasal dari lima provinsi di Kalimantan.

Selain bersilaturahmi, Pengurus K3 Jatim juga secara resmi menyampaikan undangan kepada Prof. Muhammad Madyan untuk berkenan hadir dalam acara pelantikan pengurus K3 Jatim, yang direncanakan setelah bulan Ramadan dan akan dilaksanakan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Undangan tersebut diterima dengan baik sebagai bagian dari upaya membangun sinergi jangka panjang antara K3 Jatim dan UNAIR.

Dalam dialog yang berlangsung, Prof. Madyan menyampaikan komitmen UNAIR dalam membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri Kalimantan, baik melalui jalur prestasi, seleksi nasional, maupun jalur mandiri. Saat ini, UNAIR telah menerima cukup banyak mahasiswa asal Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, sebagai wujud keterbukaan terhadap mahasiswa luar Pulau Jawa.

Lebih lanjut, Prof. Madyan menyoroti adanya kesenjangan kualitas dan dinamika pendidikan antara Jawa dan Kalimantan yang masih cukup signifikan. Menurutnya, dalam 35 tahun ke depan sumber daya alam Kalimantan akan semakin menipis, sehingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi solusi utama yang harus dipersiapkan sejak dini.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan jangka panjang sekitar sembilan tahun untuk mencetak kader-kader terbaik Kalimantan, khususnya dari Kalimantan Selatan, agar mampu bersaing di tingkat nasional dan global. Selain isu pendidikan, Prof. Madyan turut menyinggung permasalahan banjir di Kalimantan Selatan sebagai persoalan strategis yang perlu ditangani secara serius melalui pendekatan keilmuan dan kebijakan berkelanjutan.

Meski berbagai isu strategis dibahas, fokus utama pengurus K3 Jatim dalam pertemuan ini adalah memperoleh sumbangsih pemikiran, gagasan, dan arah strategis dari Prof. Muhammad Madyan bagi penguatan organisasi K3 Jatim ke depan. Diharapkan, kehadiran beliau sebagai Pembina dapat memberikan nilai tambah dalam membangun program kerja K3 yang berorientasi pada masa depan generasi Kalimantan.

Kunjungan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mempererat hubungan antara K3 Jatim dan Universitas Airlangga, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan pendidikan dan kualitas SDM Kalimantan demi masa depan yang lebih baik.