
Oleh Cakndjojo
Boleh dikatakan bahwa Gunung Panderman merupakan ikon Kota Batu, dengan ketinggian
2.045 (mdpl) nampak perkasa bercokol arah Barat Daya kota itu. Hingga tentu saja bagi penduduk setempat berdampak lumayan signifikan, yakni dengan berbondong bondongnya kerumunan orang yang datang. Seiring dengan itulah sepertinya kunjungan para pelancong yang mendaki, seakan akan tidak pernah sepi. Bisa dikatakan bahwa gunung yang satu ini, adalah areal uji coba bagi para pendaki pemula. Manakala “lolos” dalam aktivitas di gunung yang masuk kawasan desa Pesanggrahan, tentu saja pendaki akan berlanjut ke gunung2 yang lebih tinggi
Kalau pada pertengahan dasa warsa tahun 1970 an, kumendaki yang dipandu para senior di IMPALA (Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam) UB. Dikenalkan dan dibimbing cara mendaki yang profesional, sungguh melekat kiat2 yang didapat dengan hikmah yang berguna. Dengan awal pendakian G Panderman yang berbekal pengetahuan lebih maju, agaknya gelora pendakian kian menyala dan terus bergetar. Sehubungan dengan itulah beberapa gunung di tanah seberang , sempat kuberjejak hingga di puncak. Paling tidak antara tahun 1976 – 1977 kegiatan itu dilakukan di G Kerinci (Sumbar), G Agung (Bali), G Rinjani (Lombok NTB), Semeru, Arjuno, Welirang di Jawa Timur.
Sedang G Panderman tentu saja sejak bocil mesti harus didaki, sepertinya saat itu di Kota Batu G Panderman adalah kewajiban mendaki yang mesti dijalankan . Apalagi ketika sang bocil sebagai anggota Pramuka di sekolah, mendaki G Panderman seolah olah merupakan kegiatan _fardhu ain_
Pihak orang tua mendukung sepenuhnya kegiatan seperti itu, menyiapkan bekal dengan membungkus nasi seperti lontong. Lantas juga dibekali _kaca pengilon_ kecil, guna berkelap kelap ke rumah sebagai tanda sudah tiba. Demikian pula yang orang tua di rumah, membalas kelap2 dengan sorak sorai yang seakan akan tak mau selesai, dan tidak jarang momen yang demikian seraya mengundang sanak saudara
Betapa G Panderman yang populer didaki dari Batu lewat desa Pesanggrahan, yang selanjutnya harus menanjak ke pedukuhan Toyomerto. Entah apa alasannya Toyomerto yang mengganti nama Seruk ? Barangkali dianggap yang Seruk terlalu Seronok, sehingga berubah seperti itu. Bisa saja para leluhur menyematkan Seruk ada persaksian peradaban yang tersembunyi, di sinilah beban sejarah siapa yang menanggungnya
Tetapi yang jelas Toyomerto yang Seruk adalah kawasan, yang _gemah ripah lohjinawi_
tongkat batu jadi tanaman. Sapi2 yang menghasilkan susu, kotorannya disulap sebagai biogas untuk masak penerangan dan pemanas. Perkara limbah yang bocor dan _mbrosot_, tentu saja perlu dicarikan sebuah solusi yang aman dan terkendali
Nama Panderman kalau dicermati serta dirasakan mirip kata yang _kebelandaan_, konon _meneer_ Van der Man. Ia adalah pejabat atau bangsawan Belanda yang kerap kali mendaki gunung, yang bertetangga dengan G Bokong ini
Ke G Panderman di samping untuk _healing & bergerumbul_, tentu saja juga berkendak sebagai pendaki handal dan jempolan. Mereka berkeinginan seperti tuan Edmund Hillary (Selandia Baru) , yang mencapai puncak Himalaya _Puncak Everest_ (mdpl 8.848) pada 29 Mei 1953, bersama _sherpa_ Tenzing Norgay
Kemudian selanjutnya manakala kita melihat foto Batu masa dulu, jelas tampak G Panderman terasa dekat sepelukan, ketika pandangan dengan berpijak di Stanplat, Kembangbanyu dan Pasar. Jikalau sekarang bertebaran hotel2 juga terhampar perumahan Panderman Hill, maka hamparan keindahan bunga paitan kuning menyala telah musnah
Di sinilah investasi guna _mengeksploiter_ yang mengatasnamakan pembangunan perlu diwaspadai. Duka malapetaka Sumatera di penghujung tahun kemarin, telah memberikan pelajaran kepada kita kaum jelata utamanya. Bahwa pada hakikatnya kelestarian alam dan keberadaan hutan adalah TITIPAN,
sehingga kelestarian alam dan keberadaan hutan perlu dijaga dan dirawatnya. Oleh karena manakala kita teledor, apalagi disertai petugas pengawasan hutan yang setengah _kalap_, jadilah sebuah peradaban yang luruh dunia yang kiamat.
ttd Cakndjojo
Sepunten lo…
Senin 19 Januari 2026
RIWAYAT SINGKAT PENULIS
Cakndjojo, lahir 72 th yg lalu di Kampung Kauman Batu. Alamat Jl Raya Oro Oro Ombo No 17 Batu. Pensiunan PNS/ASN PEMKOT Batu
Anak 4 orang, cucu _sementara_ masih 7
KOTA BATU SATUPENA JAWA TIMUR
