
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Ada analisa yang menarik dari kedua karakter hati yang saling berlawanan. Analisa ini bertumpu kepada QS Al-Zumar (39:22), yakni:
أَفَمَن شَرَحَ ٱللَّهُ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ فَوَيْلٌ لِّلْقَٰسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
Artinya: “Maka apakah orang yang hatinya telah Allah buka untuk menerima Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya keras?) Maka kecelakaanlah bagi mereka yang hatinya keras untuk menerima peringatan Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”
Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang hatinya telah Allah buka untuk menerima Islam dan mendapat cahaya dari Tuhannya, maka ia akan berada dalam petunjuk dan kebenaran. Sebaliknya, orang yang hatinya keras dan tidak mau menerima peringatan Allah, maka ia akan berada dalam kesesatan yang nyata (Meta AI, 2026).
Sumber tafsir untuk QS Al-Zumar (39:22) ini antara lain:
– Tafsir Ibnu Katsir
– Tafsir Al-Jalalain
– Tafsir Al-Qurthubi
– Tafsir Al-Tabari
Kesamaan dan perbedaan antara keempat tafsir ini dalam menafsirkan ayat QS 39:22 ini adalah sebagai berimut (Modified Meta AI, 2026):
A. Kesamaan
1. Keempat tafsir tersebut sepakat bahwa ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang hatinya telah Allah buka untuk menerima Islam dan mendapat cahaya dari Tuhannya.
2. Mereka juga sepakat bahwa orang-orang yang hatinya keras dan tidak mau menerima peringatan Allah akan berada dalam kesesatan yang nyata.
B. Perbedaan
1. Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini turun tentang orang-orang yang tidak mau menerima Islam dan tidak mau beriman kepada Allah. Ibnu Katsir juga menyebutkan bahwa hati yang keras tidak dapat menerima petunjuk Allah SWT.
2. Tafsir Al-Jalalain menjelaskan bahwa ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang hatinya telah Allah buka untuk menerima Islam dan mendapat cahaya dari Tuhannya. Al-Jalalain juga menyebutkan bahwa orang-orang yang hatinya keras dan tidak mau menerima peringatan Allah akan berada dalam kesesatan yang nyata.
3. Tafsir Al-Qurthubi menjelaskan bahwa ayat ini turun tentang orang-orang yang tidak mau menerima Islam dan tidak mau beriman kepada Allah. Al-Qurthubi juga menyebutkan bahwa hati yang keras tidak dapat menerima petunjuk Allah dan bahwa Allah telah menutup hati mereka sehingga mereka tidak dapat memahami kebenaran.
4. Tafsir Al-Tabari menjelaskan bahwa ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang hatinya telah Allah buka untuk menerima Islam dan mendapat cahaya dari Tuhannya. Al-Tabari juga menyebutkan bahwa orang-orang yang hatinya keras dan tidak mau menerima peringatan Allah akan berada dalam kesesatan yang nyata.
Point besar yang kita bisa fahami adalah bahwa kelembutan hati adalah terdapat pada orang yang mendapat hidayah Allah SWT dengan keimanan. Sedangkan kekerasan hati adalah terdapat pada orang yang tidak adanya hidayah Allah SWT yakni dalam kesesatan. Hal ini ditandai dengan tertutupnya hati dan tidak bisanya memahami dan menerima kebenaran. Semoga kita dijauhkan dari kekerasan hati ini aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
Surabaya,
22 Rojab 1447
atau
12 Januari 2026
m.mustain
