بسم الله *Tercelanya Hati yang Sakit*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Apabila ada hati yang bersih maka logikanya ada hati yang kotor. Hal ini analog bisa diqiyaskan hati yang sehat ada hati sakit. Ketika kita menyebut hati yang sakit atau sakit hati maka di pikiran kita langsung ada pemahaman kurang terpuji atau tercela.

QS Al-Baqarah ayat 10 berbunyi:

فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

Artinya: “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka mendustakan (Nya).”

Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang munafiq yang memiliki penyakit dalam hati mereka, seperti keraguan dan kemunafikan. Allah SWT menambah penyakit mereka karena mereka terus-menerus mendustakan kebenaran.

Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa penyakit dalam hati mereka adalah keraguan dan kemunafikan, dan Allah menambah penyakit mereka karena mereka tidak mau menerima kebenaran.

Sumber penyakit hati ada tiga yakni: sombong, thoma’, dan hasud. Sombong pertama diterapkan oleh iblis yang melawan perintah Allah SWT untuk tunduk kepada Nabi Adam AS. Iblis merasa lebih mulia karena diciptakan dari api sedangkan Nabi AS hanya dari tanah.

Kesombongan tertinggi yang tidak terampuni adalah syirik, ini berarti mengesampingkan Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan. Apalagi menggantikan Allah SWT sebagai Tuhan, ini berarti jelas sudah keluar dari definisi Iman Islam. Ada syirik khofi yakni syirik yang samar dan sudah masyhur disebut riya’. Hal ini sederhananya adalah menjalankan sesuatu atau ibadah tetapi ada tambahan niyat yang bukan karena Allah SWT.

Misalkan (maaf ini sangat samar) memakai pakaian yang bagus bersih putih untuk pergi ke masjid sholat jum’at. Memang ada kesunatan seperti itu, tetapi di pikirannya terbersit merasa beda yakni lebih percaya diri dengan pakaian rapi dan sebagainya itu. Nah lebih percaya diri ini bila menjadi tujuan maka ini masuk dalam kategori syirik yang samar. Lebih jelasnya ukuran syirik khofinya adalah perbedaan percaya diri bila menggunakan pakaian yang rapi tersebut dibanding tidak ada atau kurang percaya diri bila tanpa memakainya.

Thoma’ pertama diajarkan iblis kepada Nabi Adam AS untuk membujuk supaya mau mengambil buah khuldi yang memang dilarang oleh Allah SWT. Kalimat tipuan iblis yang digunakan adalah: Di surga ini mestinya tempat kesempurnaan, kenyataanya kok ada yang dilarang berarti menjadi tidak sempurnya. Jadi buah khuldi itu tempat kesempurnaan, demikian rayuan iblis. Maka di sini letak menggelincirkannya iblis kepada kedua Nabi Adam SA dan Siti Hawa.

Thoma’ ini termasuk biang keroknya penyakit hati, sebab pada hakekatnya sangat buruk bahkan bisa murtad. Hal ini karena bermuara pada tidak bisa menerima taqdir atau ketentuan Allah SWT. Alhasil apabila thoma’nya sudah mengarah pada penolakan atau tidak bisa menerima taqdir/ ketentuan Allah SWT maka jadinya murtad.

Perihal yang harus kita waspadai adalah kerja keras yang arahnya niat menciptakan rizqi. Hal ini sungguh berpotensi thoma’ apabila tidak dimanaj dengan baik oleh pemahaman konsep bekerja yang bukan menciptakan rizqi tetapi menyusul datangnya rizqi.

Hasud pertama diajarkan iblis kepada qobil. Pasangan lahir Qabil namanya Iklima, dan pasangan lahir Habil namanya Labuda. Menurut riwayat, mereka dinikahkan silang, yaitu Qabil dengan Labuda, dan Habil dengan Iklima (sumber tafsir ibnu katsir dan jalalain). Karena Iklima pasangan lahir qabil dan lebih cantik, maka ini digunakan alasan iblis supaya tidak terima dengan hukum Allah SWT saat itu. Saudara kembaran lahir tidak boleh dinikahi. Akhirnya Qobil kena tipu iblis membunuh habil, sehingga dikisahkan bahwa Qobil bingung membawa kesana-kemari janazah Habil dan akhirnya Allah SWT mengutus burung Gagak untuk memberi contoh memakamkan.

Hasud yang diajarkan iblis untuk diterapkan Qobil ini adalah hasud tingkatan tertinggi. Tingkatan hasud:
1. Tidak rela orang yang lain mendapat nikmat.
2. Ingin nikmat orang lain itu berhenti.
3. Nikmat orang lain itu pindah pada dirinya.
Hasud-hasud ini simpulnya juga akan hampir sama dengan thoma’, yakni tidak bisa menerima pemberian atau Taqdir Allah SWT. Semoga kita dijauhkan dari semua penyakit hati takabur, thoma’, hasud dan diberi hati yang sehat aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.

Surabaya,
21 Rojab 1447
atau
11 Januari 2026
m.mustain