
KEDIRI – Minggu 4 Januari 2026-Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) Kabupaten Kediri resmi berdiri menggantikan bentuk organisasi sebelumnya yang bernama Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI).
Musisi Supriyanto dari Primadona Grup Kediri terpilih sebagai Ketua DPC pada pembentukan pertama, didukung oleh tim pengurus yang solid.
Pada Sabtu (3/1/2026), Surat Keputusan (SK) pengangkatan pengurus diserahkan secara resmi oleh Penasihat DPD PAMDI Jawa Timur, H Surya Aka SH MH, di lokasi Badas, Kediri. Acara tersebut disaksikan oleh puluhan tokoh terkait, antara lain musisi kenamaan Gus Badrus Soleh yang dikenal mengkampanyekan dakwah melalui lagu-lagu dangdut.
Gus Badrus, yang juga menjadi bagian dari Dewan Penasehat DPC PAMDI Kabupaten Kediri, menyampaikan harapan untuk meningkatkan kualitas para musisi dan penyanyi dangdut di daerah. Ia berencana untuk menyelenggarakan diklat khusus dangdut serta menghasilkan album karya musisi lokal Kediri.
Selain itu, ia menekankan peran penting dangdut dalam mendukung pembangunan daerah, salah satunya melalui kolaborasi dengan kegiatan pameran UMKM dan kuliner yang akan dihiasi dengan pertunjukan panggung dangdut.
Pelantikan resmi pengurus DPC PAMDI Kabupaten Kediri direncanakan akan digelar pada bulan Februari 2026 mendatang, tepatnya pada panggung Pameran UMKM Kuliner Ramadhan di Simpang Gumul.
Struktur Pengurus DPC PAMDI Kabupaten Kediri
– Dewan Pembina
Yohan Mandala Wicaksono
Helmi Ansori.
– Dewan Penasehat
Gus Badrus Sholeh
Abu Muslich H
Muchsin Arbas.
– Dewan Pengurus
Ketua: Supriyanto
Wakil Ketua: Deddy Hermawan
Sekretaris: Mariyanto
Wakil Sekretaris: Agus Sudarmanto
Bendahara: Heny Damayanti
Wakil Bendahara: Siti Lugiat
Perubahan nama dari PAMMI menjadi PAMDI bukan hanya sekadar perubahan bentuk, melainkan bentuk komitmen untuk lebih fokus pada pengembangan genre dangdut sebagai warisan budaya Indonesia yang memiliki jangkauan luas.
Melalui inovasi seperti integrasi dengan sektor UMKM dan program pelatihan berkelanjutan, PAMDI Kabupaten Kediri bertekad untuk menjadikan dangdut sebagai alat penggerak ekonomi kreatif dan sarana pemersatu masyarakat.
Semangat kolaboratif antar musisi lokal dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan akan membawa warna baru bagi perkembangan industri dangdut di wilayah Kediri dan sekitarnya.*Imam Kusnin Ahmad*
