
Kediri-MenaraMadinah. Com Rabu Wage, 7 Januari 2026, Alhamdulillah ada anak pasca PKH yang memiliki pendidikan tinggi dan memiliki semangat berwirausaha dengan memulai usaha nya dari bawah.
Inilah Niken Jatayu Evirani.
Nama panggilan sehari-hari: Niken. Saat ini hidup bersama dengan ibundanya tercinta Tatik Sriatun, sebuah rumah mungil di Jl. Imam Fakih, Rt. 002 Rw 010 Dsn. Kandungan, Ds. Kandangan, Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri. Keluarga ini mendapatkan bansos PKH sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2011.
Niken mengakui bahwa dengan bansos PKH itu bisa membantu untuk biaya keperluan sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler, dengan aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bisa memberikan banyak pengalaman dalam bersosial dimasyarakat.
Niken menjelaskan bahwa peranan pendamping bagi dia dan ibunya yang mengasuh dan membesarkan dirinya seorang diri (orang tua tunggal).
“Motivasi pendamping tentang pentingnya pendidikan bagi anak, menghujam dalam di hati ibuku”, aku Niken dengan wajah berseri.
Niken juga menjelaskan bahwa ibunya sangat percaya akan bakat dan kemampuan nya. ‘Pendidikan (sekolah)) adalah jalan yang bagus untuk membantu ku dimasa mendatang(masa depan)’, kenang Niken atas wawasan dari pendamping nya yang diteruskan lewat Ibunda nya.
Hal ini sangat ia rasakan saat Niken memutuskan untuk berkuliah peran beliau (ibu dan pendamping) sangat penting karena wawasan dan motivasi yang selama ini didapat.
Niken mengerti dan menyadari oleh karena ekonomi dan gempuran lapangan kerja yang susah yang sangat susah di dapat masa kini, Niken berfikir untuk memanfaatkan pengetahuannya yang dimiliki saat kuliah.
Niken lulusan peternakan UB Malang tahun 2019, dan skripsi tentang produksi telur puyuh.
Berbekal pengetahuan tersebut, dia bertekat untuk menerjuni usaha ternak burung puyuh ini.
Selain itu ditunjang adanya riset dan survei di peternakan puyuh dan pasar serta komunitas untuk lebih memantapkan motivasi nya.
Kendala yang dihadapi Niken yang lagi mulai berusaha ternak burung puyuh adalah modalnya, alhamdulillah, ada modal tak bergerak, yaitu lahan tanah pekarangan (dulu semak belukar) untuk lokasi kandang adalah milik kakak perempuannya (juga ahkirnya mas nya ikut berusaha dilahan tersebut), secara kasarnya untuk kandang dan peralatan nya Niken sudah mengeluarkan dana sekitar 30-an juta, untuk 1800 ekor burung puyuh nya.
Satu hal yang membanggakan adalah kejelian dan ketelitian nya mengelola peternakan nya dengan management yang baik, setiap hari tak lupa selalu membuat catatan tentang produktivitas telor puyuh nya, sehingga terpantau betul kapan harus mengapkir puyuh nya dan untuk persiapan memulai kuthu’ (puyuh kecil) yang baru lagi.
Untuk usaha ternak Burung puyuh ini Niken sejak awal sudah merintis sistem kemitraan dengan penyedia makanan. Kedepan nya ia ingin mengembangkan usaha ini lebih dari hanya beternak burung puyuh yang diambil telornya, tetapi juga memiliki usaha penetasan, memperbesar kapasitas jumlah burung puyuh dan kandang nya, serta membuat usaha kuliner olahan serba Burung puyuh.
Niken bertekad meningkatkan perekonomian di lingkungan nya, saat ini sudah ada orang lain yang turut bersama dengan nya beternak burung puyuh, Niken sendiri sekarang juga sudah memiliki orang yang dibayar untuk mengelola ternak nya, dengan demikian dia juga sudah bisa memberi kan pekerjaan bagi lingkungan nya.
Pada akhir wawancara Niken berpesan kepada adik-adik (anak PKH) yang sekarang masih belajar berpesan: Terus lah belajar jangan menyerah hanya karena ekonomi atau keadaan, dengan bantuan PKH kita masih bisa dibantu, apalagi program PKH saat ini sampai kuliah(KIP-KULIAH). Raihlah cita-cita dan mimpi kalian dengan diawali belajar, belajar tidak harus ilmu pengetahuan dasar saja. Belajar lah juga ilmu ketrampilan hidup yang bisa menunjang masa depan, kepada para orang Niken juga berharap agar terus mendoakan dan memberikan semangat dan motivasi agar anak-anak memiliki kepercayaan diri cita-cita mereka yang tinggi bisa dicapai.
Semoga apa yang telah dicapai oleh Niken bisa menjadi bahan renungan untuk inspirasi kita semua nya.
Kepada Niken dan anak-anak PKH semua nya: ‘EVERYTHING YOU ARE TO BE COMME THE BEST’.
Nur Habib, mengabaikan.
