
JAKARTA – Sebanyak 10 prajurit Petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut termasuk dalam 115 prajurit TNI dari berbagai satuan yang menerima kenaikan pangkat luar biasa (KPLB). Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada Jumat (2/1/2026), sebagai apresiasi atas keberhasilan melaksanakan tugas operasi strategis di wilayah Papua.
Selain Korps Marinir, penerima KPLB juga berasal dari satuan elit seperti Kopassus, serta berbagai satuan tempur dan bantuan tempur lainnya. Mereka tergabung dalam Komando Operasi TNI Habema yang menjalankan tugas di tiga wilayah strategis: Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat.
Dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram Korps Marinir TNI AL disebutkan, “Para prajurit menjalani tugas berat di berbagai daerah yang mengandung risiko tinggi. Prajurit Marinir, Kopassus, dan satuan lainnya bahu-membahu dalam operasi gabungan tersebut, menunjukkan sinergi dan profesionalisme yang tinggi dalam menjaga keamanan negara.”
Melalui operasi tersebut, TNI berhasil menguasai sejumlah markas kelompok bersenjata dan menetralisasi ancaman keamanan. Proses penanganan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan, sesuai dengan standar operasional yang berlaku dan komitmen negara dalam menjaga keutuhan wilayah serta kesejahteraan masyarakat Papua.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa pemberian KPLB merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menghargai bakti dan pengorbanan prajurit TNI. “Apalah artinya secarik kertas atau pangkat yang dinaikkan karena mereka sudah berbakti dan berjuang dengan sepenuh hati untuk negara dan bangsa,” ujarnya dalam pidato pada acara tersebut.
Menteri Pertahanan juga menginstruksikan seluruh pimpinan TNI untuk tidak ragu memberikan penghargaan kepada prajurit berprestasi dari semua korps dan satuan. Dia menekankan bahwa penghargaan ini harus diimbangi dengan perhatian yang serius terhadap kesejahteraan keluarga prajurit, sebagai bentuk tanggung jawab negara atas pengabdian mereka yang mengorbankan waktu dan keselamatan.
“Saya sebagai Menteri Pertahanan akan memperjuangkan hak-hak prajurit yang mendapat kenaikan pangkat luar biasa, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar dan kesejahteraan keluarganya agar mereka dapat terus fokus menjalankan tugas dengan optimal,” pungkasnya.
Anugerahan KPLB ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh prajurit TNI untuk terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara. Korps Marinir khususnya menegaskan komitmennya untuk terus siap siaga dan berkontribusi aktif dalam setiap tugas yang diberikan, baik dalam operasi keamanan maupun pembangunan daerah.
Semangat persatuan dan kerja sama antar satuan yang terlihat dalam operasi Papua diharapkan dapat menjadi contoh bagi seluruh komponen TNI dalam menjalankan tugas untuk kepentingan bangsa dan negara.*Imam Kusnin Ahmad*
