Tahukah Kalian Kenapa Reuni Akbar 212 Tahun Ini Digelar Pada Malam Hari ?

.
Penulis : Hengky Sendyanto
Pendiri dan Ketua Yayasan Banyu Biru Food Estate
Selasa, 02 Desember 2025

Reuni Akbar 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa malam, 2 Desember 2025, menghadirkan satu pertanyaan besar di ruang publik: mengapa acara yang selama ini identik dengan kerumunan besar dan momentum siang hari, tiba-tiba dipindah ke malam hari?

Dari hasil pantauan udara yang beredar, tampak jelas bahwa jumlah peserta tahun ini jauh dari euforia besar (Alias Sepi Pengunjung) yang pernah mewarnai 212 beberapa tahun silam. Fenomena ini memunculkan berbagai tafsir di masyarakat, dan salah satu yang paling kuat adalah soal perubahan sikap sebagian besar alumni 212.

Banyak kalangan menilai bahwa basis massa 212 sudah tidak lagi seantusias dulu. Ada kecenderungan bahwa alumni mulai menyadari dinamika di balik panggung gerakan tersebut—bahwa sebagian dari mereka merasa pernah dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu, baik oleh figur-figur agama maupun aktor-aktor politik yang sebelumnya menunggangi momentum 212.

Perubahan situasi politik nasional juga memberi pengaruh signifikan. Presiden RI Prabowo Subianto, yang dahulu menjadi figur sentral dalam orbit politik kelompok ini, kini tak lagi hadir atau menunjukkan dukungan terhadap acara-acara yang mereka gelar. Keputusan itu terbaca sebagai sinyal bahwa negara tidak lagi ingin terseret pada polarisasi lama yang justru menghambat persatuan nasional.

Dengan realitas demikian, keputusan panitia untuk menggelar acara pada malam hari terbaca oleh publik sebagai ikhtiar mengamankan citra keramaian, sekaligus upaya meminimalisasi tampilan massa yang tidak sebesar klaim mereka sebelumnya. Malam hari memberi ruang visual yang samar, sementara siang hari menyuguhkan fakta yang tidak bisa disembunyikan.

Yang jelas, Reuni Akbar 212 tahun ini bukan hanya tentang hadir atau tidak hadirnya massa. Ia adalah cermin perubahan zaman—di mana publik kini lebih kritis, lebih rasional, dan tidak mudah digerakkan oleh narasi yang sama berulang kali.