
JAKARTA–Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) telah menimbulkan kebutuhan mendesak akan evakuasi, distribusi bantuan, dan layanan medis.
Menanggapi hal ini, TNI Angkatan Laut menggerakkan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) dan pasukan khusus dalam operasi kemanusiaan untuk mempercepat penanganan bencana dan memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul dalam keterangan resmi menyatakan, “Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respons atas meningkatnya kebutuhan evakuasi, distribusi bantuan, serta penanganan medis di daerah terdampak,” ujar Tunggul,29/11 2025.
Ia menegaskan bahwa seluruh unsur kesiapan akan diberangkatkan secepat mungkin pekan ini.
Dalam operasi tersebut, TNI AL mengerahkan kapal bantu rumah sakit KRI Soeharso-990 dan KRI Semarang-594 untuk mendukung pengiriman logistik, pergeseran pasukan, dan evakuasi korban.
Selain itu, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531, KRI Teluk Celukan Bawang-532, serta KRI Brawijaya-320 disiagakan untuk membawa bantuan berupa bahan kontak, tenda lapangan, peralatan kesehatan, dan perahu karet.
Kekuatan udara juga digerakkan melalui empat helikopter onboard dari Puspenerbal. Prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska) diterjunkan untuk membantu evakuasi, pembersihan area terdampak, dan penyaluran bantuan.
Di sisi lain, Batalyon Kesehatan Marinir disiagakan untuk memberikan layanan medis, mendirikan pos kesehatan lapangan, dan menangani korban luka.
Dengan pengerahan alutsista laut, udara, pasukan khusus, dan tenaga medis, proses evakuasi serta distribusi bantuan diharapkan berjalan lebih cepat dan efektif.
Operasi kemanusiaan TNI Angkatan Laut menjadi bukti komitmen institusi keamanan dalam memberikan bantuan cepat kepada korban bencana alam.
Melalui pengerahan sumber daya yang terpadu, diharapkan dampak bencana dapat dikurangi dan kesejahteraan masyarakat terdampak segera tercapai.*Imam Kusnin Ahmad*
