
Silaturahim Alim Ulama yang digelar Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta menghasilkan 3 poin keputusan yaitu menurut Katib Aam PBNU Ahmad Said Asroro tadi malam :
Pertama, para kiai yang hadir sepakat akan digelar silaturahim yang lebih besar di antara para kiai dan alim ulama di Pesantren Lirboyo Kediri.
Kedua, para kiai yang hadir disebut sepakat agar kepengurusan PBNU diselesaikan dalam satu periode hingga muktamar selanjutnya pada tahun depan. Semuanya, tidak ada pemakzulan dan tidak ada pengunduran diri.
Ketiga, para kiai yang hadir disebut sepakat meminta semua pihak untuk tafakur demi kebaikan bersama. Semua pengurus harian PBNU mulai Rais Aam sampai jajaran, Ketua Umum dan jajaran sempurna sampai Muktamar yang akan datang.
Sementara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kepada wartawan mengatakan, silaturahim itu dihadiri sekitar 50 kiai baik yang hadir langsung ataupun via zoom. Mulai dari berbagai daerah dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan ada Syekh Ali Akbar Marbun dari Medan, Sumatera Utara.
Lebih lanjut beliau mengatakan, semuanya menghendaki agar segala sesuatu yang jadi masalah dalam organisasi dikembalikan kepada AD/ART, dikembalikan kepada sistem aturan yang ada dan walaupun ada kekurangan-kekurangan, harus diselesaikan bersama tanpa mengembangkan konflik diantara jajaran kepemimpinan yang ada.
“Setelah Silaturahim Alim Ulama ini akan ada pertemuan lagi yang lebih besar antara para kiai akan digelar di Pesantren Lirboyo dalam waktu dekat. Dengan pertemuan itu bisa menjadi pembuka jalan keluar dari konflik di internal PBNU,” jelasnya.
“Insyaallah nanti akan menghadirkan para kiai sepuh lebih banyak dan juga unsur-unsur kepemimpinan dalam lingkungan Nahdlatul Ulama yang akan di tuan rumah oleh Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri ” tambahnya.
