بسم الله *Na’udzubillah Dari Jeleknya Karakter Rakus*

 

Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan, ITS

Ada perkataan “dunia dan isinya ini kurang untuk satu orang yang rakus”. Misalkan sudah menguasai dunia maka ingin memiliki planet yang lain; Bulan, Mars, dst. Memang begitu karakter rakus pada diri orang, tidak akan bisa berhenti. Artikel ini menkritisi kejelekan karakter rakus.

Di sini dipaparkan beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang sifat rakus, antara lain (Meta AI, 2025):

1. QS Al-Takathur: 1-8
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4)
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibatnya). Kemudian janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.” (QS Al-Takathur: 1-4)

Tafsir Ibnu Katsir:
Ayat-ayat ini menjelaskan tentang sifat rakus dan cinta kepada harta yang berlebihan, yang dapat melalaikan manusia dari mengingat Allah SWT dan berbuat baik. Ayat-ayat ini juga mengingatkan bahwa kematian akan datang dan manusia akan mempertanggung jawabkan perbuatannya di akhirat.

2. QS Al-Fajr: 19-20
وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا (19) وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا (20)
“Dan kamu makan harta warisan dengan rakus, dan kamu mencintai harta dengan cinta yang berlebihan.” (QS Al-Fajr: 19-20)

Tafsir Ibnu Katsir:
Dua ayat ini menjelaskan tentang sifat rakus dan cinta kepada harta yang berlebihan, yang dapat membuat manusia menjadi tidak peduli dengan hak-hak orang lain dan tidak berbuat baik.

3. QS Al-Haqqah: 34-35
إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ (33) وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ (34) فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ (35) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ (36)
“Sesungguhnya dia (orang kafir) tidak mau beriman kepada Allah SWT Yang Maha Besar, dan tidak mau memberi makan orang miskin. Maka tidak ada teman karib baginya pada hari ini, dan tidak ada makanan baginya kecuali dari darah dan nanah.” (QS Al-Haqqah: 33-36)

Tafsir Ibnu Katsir:
Ayat-ayat ini menjelaskan tentang sifat rakus dan tidak peduli dengan orang miskin, yang dapat membuat manusia menjadi tidak beriman kepada Allah SWT dan tidak berbuat baik. Ayat-ayat ini juga mengingatkan bahwa orang yang memiliki sifat rakus dan tidak peduli dengan orang miskin akan mendapatkan azab yang pedih di akhirat.

Dalam rangkaian ayat-ayat7 tersebut, Allah SWT menggambarkan bahwa orang yang rakus dan tidak peduli dengan orang miskin tidak akan memiliki teman karib di akhirat, dan makanan mereka hanya darah dan nanah, Na’udzubillah min dzalik (Modified Meta AI, 2025).

Ada satu hadits ditambahkan dalam artikel ini. Hal ini dimaksudkan supaya lebih dahsyat akan peringatan sehingga kita tidak akan terbawa rakus aamiin. Hadits ini sangat relevan terhadap karakter kerakusan, yakni:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى وَادِيًا ثَالِثًا ، وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan menginginkan lembah yang ketiga, dan tidak ada yang dapat memenuhi rongga anak Adam kecuali tanah (kematian).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa sifat rakus dan cinta kepada harta tidak akan pernah puas, seberapapun banyaknya. Dengan demikian mari kita batasi nafsu kepemilikan kita dengan memahami kejelekan karakter rakus ini. Hakekatnya rakus itu sungguh sangat jelek, bukan karakter dasar atau fithroh manusia. Nafsu jenis ingin memiliki yang di luar kebutuhan manusia.

Ada tips untuk menghilangkan7 setidaknya mengurangi kerakusan kita. Memahami dan menghayati ancaman-ancaman Allah SWT terhadap karakter rakus seperti yang telah disebutkan dalam ayat-ayat di atas. Berikutnya mengingat bahwa semua kepemilikan kita harus dipertanggung-jawabkan. Semoga kita bisa menghindari kerakusan aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya,
24 Jumadil Ula 1447
atau
16 November 2025
m.mustain