
Polemik nasab dengan tokoh KH. Imaduddin Al Bantani menjadi perhatian dan komentar Prof. Zahra. Bagaimanakah pendapatnya. Berikut ini laporan Pemredo menaramadinah.com Drs. Husnu Mufid, M.PdI :

Saya secara akademik percaya dengan KH. Imaduddin Utsman Al Bantani bahwa Thesis itu secara akademis tidak bisa dibantah. Itu dahsyat sekali
Sayangnya itu hanya untuk penelitian thesis saja atau magister. Itu andaikata digunakan untuk disertasi sangat unggul.
Saya sudah membimbing puluhan doktor. Saya belum ketemu pernah ketemu orang yang sehebat Kiai Imaduddin. Itu dahsyat dan luar biasa. Allah hu Akbar.
Beliau meneliti dari kitab kitab abad 3 hijriah. Saya kagum dengan penelitiannya melacak semuanya kitab kita itu. Dan hasilnya teruji. Saya kagum dengan ketelatenan, kemampuan dan kemauan. Hasilnya teruji.
Jadi kalau ditanya ahli nasab. Ya Kiai Imaduddin. Wah dia tidak spesialisasi ahli nasab. Memang kuliah ahli nasab tidak ada.
Tapi diketahui dari perilaku keilmiahannya. Beliaunya diketahui dari tulisannya. Beliau kan menulis. Orang diketahui keilmiahannya dari tulisannya.
Kalau ditanya ahli nasab di Indonesia. Ya Kiai Imaduddin. Sedangkan Kiai Kiai lain alim. Tapi tidak menulis. Oleh karena itu, tidak mudah cari ahli nasab itu.
