
Ziarah Kubro yang diadakan Klan Habib Baalawi di Makam Serambi Winongan Pasuruan pada Senin, 10 November 2025 pukul 15..00 wib-17.00 wib terus berjalan. Bagaimana kondisi acara dan alam. Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com Drs. Husnu Mufid, M.PdI :
Tekat bulat para Habaib dan Mukibin terus menggelar acara Ziarah Kubro atas dukungan Bupati Pasuruan. Meskipun Kepala Desa tidak sepakat.
Saat acara berlangsung tiba tiba hujan deras turun. Para Habib Baalawi dan undangan Ziaroh Kubro tetap melakukan doa di dalam Masjid, makam dan tenda yang sudah disiapkan panitia.
Mereka ada yang berdoa sambil duduk dan berdiri dalam situasi hujan deras sambil membawa payung. Dibawah banyak genangan air hujan.
Dalam situasi alam tidak mendukung dengan turunnya hujan deras. Para undangan Ziarah Kubro memanjatkan doa doa dan tetap berusaha untuk khidmat ditengah tengah hujan dengan deras disertai angin.
Air yang mengenangi tanah makam dan sekitarnya rupanya mengganggu. Tapi dicoba untuk tidak dirasakan. Karena dianggap sebagai berkah hujan dari Allah SWT.
Doa doa yang dibacakan ditujukan kepada leluhur Klan Baalawi di Makam Serambi Winongan Pasuruan. Seperti Al Atos. Al Jufri dan sebagainya
Acara Ziarah Kubro itu mendapat dukungan dari Bupati Pasuruan. Hanya saja jumlah yang hadir tidak begitu banyak sebagaimana yang diharapkan panitia. Dimungkinkan akibat hujan.
Meskipun demikian, acara berjalan lancar dari awal hingga akhir. Hanya hujanlah yang bikin penghalang seluruh undangan. Karena suara doa dan pidato tidak bisa didengar dengan baik. Bersaing dengan suara hujan turun dan hawa dingin. Bajupun sebagian basah kena air hujan.
Sementara sebagian warga Winongan Pasuruan sendiri banyak yang tidak setuju acara Ziarah Kubro diadakan pada Hari Pahlawan. Mengingat dalam sejarah Habib Baalawi mendukung Belanda diagresi Muliter Belanda satu dan Dua.
Warga dekat Makam Winongan hanya melihat dari jarak jauh kegiatan Ziarah Kubro yang dihadiri Habaib dan Mukibin.
Hingga acara berakhir tidak ada anggota PWI LS yang hadir. Begitupula dengan Mukibin yang mengamankan merasa senang. Karena tidak ada bentrokan fisik dan acara berjalan lancar. Meskipun banyaknya air hujan yang mengenang areal Makam Winongan Pasuruan.
