“Fidyah untuk Orang Meninggal: Antara Tradisi dan Kebenaranya”

By. Sayyid Diar Mandala 🇮🇩

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT.

Fidyah adalah denda yang wajib dibayar oleh seseorang yang tidak dapat melaksanakan puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit atau bepergian. Namun, dalam tradisi masyarakat, fidyah sering dilakukan pada hari ke-7 bagi keluarga yang meninggal. Apakah ini sesuai dengan ajaran Islam?

Dalam Al-Quran, Allah berfirman, “Dan tidaklah patut bagi seorang mukmin dan tidak (pula) bagi seorang mukminat, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, mereka memiliki pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

Rabu bin Rabi’ah berkata, “Abu Qilabah berkata, ‘Jika aku meninggal, maka sembelihlah seekor kambing.’ Maka, Abdullah bin ‘Umar berkata, ‘Tidak ada tuntunan dalam hal ini, akan tetapi aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak ada fidyah bagi mayit.'” (HR. Abu Dawud, no. 2951)

Dari hadits di atas, tidak ada tuntunan untuk melakukan fidyah pada hari ke-7 bagi keluarga yang meninggal. Sebaliknya, Rasulullah SAW melarang melakukan fidyah bagi mayit.

Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa melakukan fidyah pada hari ke-7 bagi keluarga yang meninggal adalah tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ini seperti melakukan sandiwara atau membohongi diri sendiri karena kebodohan. Sebaliknya, kita harus memahami dan mengikuti ajaran Islam yang sebenarnya, yaitu dengan melakukan amal shaleh dan berdoa untuk mayit.

*Kesimpulan:*
Fidyah untuk orang meninggal adalah sebuah tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam jika dilakukan pada hari ke-7 bagi keluarga yang meninggal. Sebaliknya, kita harus memahami dan mengikuti ajaran Islam yang sebenarnya, yaitu dengan melakukan amal shaleh dan berdoa untuk mayit. Mari kita meninggalkan tradisi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan menggantinya dengan amal shaleh yang sebenarnya, agar kita dapat mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Semoga Allah memberikan kita petunjuk dan kekuatan untuk mengikuti ajaran Islam yang sebenarnya. Aamiin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

#sdiarm 🇮🇩