Membumikan Smart Journalism dan AI: Mempersiapkan Kader NU untuk Masa Depan

MALANG–Dalam era digital yang semakin canggih, kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang mengikuti pelatihan Smart Journalism dan Optimalisasi Artificial Intelligence (AI) untuk Produksi Berita, sebagai upaya memperkuat kapasitas jurnalistik dan menghadapi tantangan masa depan.

Dr. Moh. Ahsan Shohifur Rizal, M.Pd., Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan IPTEK Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Malang, menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Smart Journalism dan Optimalisasi Artificial Intelligence (AI) untuk Produksi Berita.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTN NU) Kabupaten Malang.

Dalam pelatihan ini, Dr. Ahsan mengenalkan konsep smart journalism dan membekali peserta dengan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam proses produksi berita, baik dalam bentuk tulisan maupun video. Ia menekankan bahwa teknologi seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman, melainkan sarana untuk memperluas kemanfaatan dan mempercepat penyebaran informasi yang bermaslahat.

“Menulis berita bisa dilakukan dengan berbagai gaya. Teknologi, jangan dijadikan penghalang tetapi harus dimanfaatkan untuk kebaikan,” ujar Dr. Ahsan.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan warga nahdliyin dalam menghadapi perubahan era yang serba cepat dan presisi.

“Warga nahdliyin harus menggunakan AI karena hari ini adalah era kecepatan dan ketepatan,” tegas Ahsan.

Ia juga mengingatkan bahwa AI bukanlah musuh, melainkan mitra yang bisa membantu proses belajar dan dakwah digital secara lebih efektif.

“Hari ini AI jangan dijadikan sebagai musuh, tetapi sebagai mitra belajar dan dakwah digital. Dengan segala kecerdasan AI yang dimiliki, peran manusia tetap menjadi penentu arah dalam penggunaan teknologi. Itu yang tidak sepenuhnya bisa dilakukan oleh AI,” imbuh Sekretaris PC LTN NU Kabupaten Malang itu.

Melalui pelatihan ini, narasumber berharap kader-kader NU untuk lebih melek digital dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dunia digital yang kian dinamis, menurutnya, harus diisi oleh kader-kader NU yang memiliki kemampuan literasi digital tinggi, beretika, dan berpihak pada kemaslahatan umat.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas jurnalistik warga nahdliyin di tengah arus transformasi media. Dengan demikian, kader NU dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat, dengan memanfaatkan teknologi untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.

Mari kita manfaatkan teknologi untuk kebaikan dan kemaslahatan umat. Jadilah kader NU yang melek digital dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Bersama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi lainnya.*Imam Kusnin Ahmad*