
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Ada kebaikan (haq) dan juga ada keburukan (batil), apabila ada campuran maka logikanya hampir selalu ada kecenderungannya yakni campuran cenderung (dominan) baik atau cenderung buruk. Apabila dikaitkan dengan amal atau perbuatan, maka kaidah tersebut juga bisa berlaku. Ada ayat yang memberikan larangan mencampurkan antara perbuatan baik dan perbuatan buruk. Ayat tersebut adalah QS Al-Baqarah (2: 424), yakni,
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahuinya.” Artikel ini ber-ide mendiskripsi prilaku seseorang yang dominan haq dan yang dominan batil.
Dalam kehidupan sehari-hari orang memiliki prilaku keseharian (kebiasaan) yang relatif tetap, setidaknya ada pada range (kisaran) yang tetap. Sehingga kita bisa memahami bahwa karakter seseorang itu ya dalam kisaran tetap, tetapi bila ada perubahan ya tentu bertahap dan pelan. Dengan demikian kalau kita konsisten atau istiqomah meningkatkan karakter baik (akhlaq) kita, maka jangan ada prilaku buruk kita campurkan pada upaya dan kegigihan kita dalam membangun akhkaq mulia.
Point besar “jangan mencampur kebaikan dengan keburukan” sebenarnya sudah kita dapatkan bila kita mau memahami. Ketika kita melakukan keburukan maka kisaran karakter yang kita bangun akan turun, jangan sampai terjadi ini. Point besar yang lain adalah, bila orang melakukan satu jenis keburukan maka akan menularkan jenis keburukan yang lain. Orang bila sudah melakukan satu keburukan dari molimo maka keburukan yang lain dari lima tersebut akan mudah tergiring untuk terlakukan.
Alhasil, mari kita istiqomah melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. InsyaAllah kisaran karakter baik (akhlaq mulia) kita akan terus naik, tidak terganggu oleh prikaku buruk allahumma aamiin.
Semoga manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya,
17 Jumadil Ula 1447
atau
09 November 2025
m.mustain
