
Oleh : Mukasyafatul Qulub dkk
Inilah tulisan kelompok kami “Resensi Buku” yang merupakan tugas kerja kelompok kelas A Mata Kuliah Bahasa Indonesia yang dibimbing langsung oleh Ust. Yahya Aziz, Dosen PAI FTK UINSA.
Nama-nama anggota kelompok:
1. Alfista Adilah Nur Jannah (06020925018)
2. Balqis Andini Aisyah Dzakira (06020925022)
3. Mukasyafatul Qulub(06010925008)
4. Intan Rahma Putri (06010925003)
5. Choirunnisa’ (06020925024)
6. Devina Angel Frizki (06020925025)
1. Identitas Buku
Judul Buku : Tutur Hati
Penulis : Habibah Halimah Alaydrus
Penerbit : Noura Books (imprint Mizan)
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : ± 272 halaman
2. Isi Buku
Buku Tutur Hati berisi kumpulan nasihat, renungan, dan hikmah yang disampaikan dengan bahasa lembut serta menyejukkan. Penulis, Habibah Halimah Alaydrus, mengajak pembaca untuk merenungi perjalanan hidup, memperkuat hubungan dengan Allah, menjaga interaksi dengan sesama, serta menata hati agar tetap bersih.
Tulisan di dalamnya berupa potongan renungan singkat yang bisa dibaca secara acak. Tema-tema yang diangkat meliputi kesabaran, syukur, cinta kepada Rasulullah SAW, makna ibadah, hingga sikap dalam menghadapi cobaan hidup. Dengan gaya sederhana, setiap kalimat terasa lahir dari hati yang tulus sehingga mampu menyentuh perasaan pembaca.
Contoh kutipan hikmah dari buku:
> “Jangan sibuk menghitung kekurangan orang lain, sebab bisa jadi saat itu Allah sedang menghitung kekuranganmu.”
> “Kesabaran bukan hanya menahan amarah, tetapi juga menerima takdir Allah dengan hati yang lapang.”
Kutipan-kutipan seperti ini membuat pembaca merasa diajak berbicara langsung dari hati ke hati, seolah sedang mendapatkan nasihat pribadi.
3. Kelebihan Buku
1. Bahasa sederhana namun indah – Mudah dipahami oleh berbagai kalangan, tetapi tetap menyentuh hati.
2. Penuh motivasi spiritual – Membantu pembaca memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
3. Format renungan singkat – Praktis, bisa dibaca kapan saja tanpa harus urut.
4. Khas Halimah Alaydrus – Lembut, menyejukkan, serta menenangkan batin.
4. Kekurangan Buku
1. Beberapa bagian terasa repetitif karena banyak nasihat bernuansa mirip
2. Model renungan pendek mungkin kurang disukai oleh pembaca yang lebih senang uraian panjang dan sistematis.
5. Kesimpulan
Secara keseluruhan, Tutur Hati sangat layak dijadikan “teman renungan” yang mampu menyejukkan hati. Buku ini lebih mengedepankan sentuhan rasa dibanding kajian ilmiah, sehingga cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin mendapat ketenangan batin, motivasi spiritual, serta pengingat agar hati tetap terarah pada Allah.
Singkatnya, Tutur Hati adalah buku yang menyentuh hati, mudah dipahami, dan memberi energi positif untuk memperbaiki diri.
