Curahan Hati Seorang Anakb

Oleh : Hanna Aqila Lestari dkk

Buku yang berjudul : “ayah bunda kapan kita bisa bermain bersama ”
Pengarang : Sya’ban Jamil
Penerbit : Tiga serangkai
Tahun : 2018
Cover : Hard cover
Halaman : 167 halaman

Buku inilah yang kami resensi kelompok 4 mereka adalah :
1 . Hanna aqila lestari ( 06040925077 )
2. Nabila khafidzatuz zahro ( 06040925078 )
3. Naila Nur Faizah ( 06040925079 )
4. Ririn fitriah ( 06040925080 )
5. Rizma Dwi AyuWandira ( 06040925081 )
6. Safira maulina ( 0604925082 )
7. Talitha nailah faizah ( 06040925083 )
Resensi buku ini sebagai tugas mata kuliah Bahasa Indonesia yang diampu oleh Bapak Yahya Aziz Dosen FTK UINSA.

Pemuda bernama Sya’ban jamil mengarang sebuah buku yang berisi kan tentang curahan hati seorang anak kepada orang tuanya. Berbagai cara orang tua nya mendidik anak yang usia nya masih belia. Buku ini sangat mengispirasi untuk Para orang tua yang perlu mengetahui cara sederhana untuk mendidik anak, salah satunya dengan mengenalkan bunyi- bunyian untuk mengiringi kehidupan anak. Contoh kecilnya seperti suara kokok ayam, kicauan burung di pagi hari, gemericik air dll. Selain dari Alam, orang tua bisa memberikan musik anak yang positif untuk menghibur kepenatan anak maupun orang tua sendiri. Keterlibatan orang tua dan anak didalam keluarga dapat menumbuhkan jiwa petualangan, tantangan anak dan imajinasi anak yang terus berkembang.

Penghargaan, perhatian dan dorongan psikologis bisa membuat anak percaya diri dan berani mencoba hal baru. Kreativitas anak bisa muncul dari mana saja. Buku ini hadir untuk mengajak orang tua mengingat kembali makna permainan bagi anak. Selain itu, buku ini juga mengajak orang tua lebih mendekatkan diri kepada anak melalui kegiatan sederhana tetapi tetap mengandung nilai kreatif dan edukatif. Secara ilmiah keterampilan anak itu sangat beragam adanya, seperti halnya menyanyi, menulis, menggambar dan lain-lain.

Setiap orang memiliki cita-cita, mimpi, dan harapan. Begitu halnya seorang anak pun memiliki cita-cita. Sebagai orang tua, harus mensupport setiap harapan, cita-cita anak selagi itu memiliki manfaat untuk dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Orang tua menjadi lingkungan yang sangat berpengaruh untuk tumbuh kembangnya anak. Komunikasi antara anak dan orang tua sangat penting untuk mendeteksi masalah, mencari solusi, memperkuat harapan anak.

Sungguh menjadi suatu kebanggaan ayah bunda (orang tua) ketika mendengar anaknya tumbuh cerdas. Apakah ayah bunda pernah memperhatikan perkembangan anaknya ketika berbicara? Berbicara adalah keterampilan dalam berbahasa. Menurut para ahli, pada dasarnya berkaitan dengan proses pemahaman dan pemberian arti pada suatu kata yang masuk ke otak melalui rangsang terhadap pancaindra.

Penulis menjelaskan dalam buku ini bahwa peneliti otak menunjukkan bahwa aktivitas fisik tertentu dapat menyehatkan otak. Olahraga tertentu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga aliran darah lancar ke otak. Contoh untuk orang tua mengajak anak untuk melakukan olahraga seperti bermain bola, badminton, dan bowling. Dengan bermain, imajinasi anak akan terus berkembang sehingga menjadi aktif otot dan syaraf anak.

Selain olahraga, orang tua juga perlu untuk mengenalkan bunyi-bunyian untuk mengiringi kehidupan anak. Contoh kecilnya seperti suara kokok ayam, kicauan burung dipagi hari, gemericik air dll. Selain dari alam, orang tua bisa memberikan musik anak yang positif untuk menghibur ketenangan anak maupun orang tua itu sendiri. Peran orang tua dan lingkungan rumah disarankan mendukung rasa ingin tahu seorang anak. Keterlibatan orang tua dan anak di dalam keluarga dapat menumbuhkan jiwa petualang, tantangan anak, dan imajinasi anak yang akan terus berkembang.

Pada intinya, kegiatan alam dan dukungan keluarga dapat menumbuhkan kemandirian, kreativitas, dan kepedulian anak terhadap lingkungan serta memberi bekal penting bagi perkembangan mereka. Ayah bunda.

Keluar rumah, jauh melihat bumi dan seisinya, merupakan suatu petualangan besar bagi seorang anak. Jauh berjalan mengelilingi kampung, menyusuri sawah, menyeberangi sungai, mendaki bukit, bermain bersama teman-teman, menangkap belalang, kupu-kupu, memanjat pohon, semua itu adalah bentuk permainan yang memberi pengalaman baru untuk anak-anak.

Kegiatan tersebut melatih anak untuk bisa berteman bersama, memecahkan masalah, berlatih konsentrasi, kerja sama, dan empati. Semua itu menjadi bekal untuk pertumbuhan mental, emosional, spiritual, dan sosial seorang anak. Sepatutnya seorang anak membutuhkan sarana, ruang, waktu, dan kesempatan agar dapat mengembangkan segenap potensi dirinya.

Penanaman nilai dalam pendidikan anak-anak sangat memengaruhi perkembangan pola pikir anak. Orang tua mempunyai peran yang sangat besar dalam mendukung potensi anak, karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Apapun keadaannya, orang tua diharapkan untuk senantiasa meluangkan waktu bersama anak. Anak akan merasa mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan teladan berharga dari orang tuanya.

Pada intinya, kegiatan alam dan dukungan keluarga dapat menumbuhkan kemandirian, kreativitas dan kepedulian anak terhadap lingkungan serta memberi bekal penting bagi perkembangan mereka. Ayah bunda, pengasuhan anak sejak awal dilakukan oleh orang dewasa. Sebagai seorang anak, kita juga perlu meminta gak untuk diperdulikan orang tuanya. Karena tantangan terbesar orang tua dalam menemukan mutiara – mutiara cemerlang dari para balitanya adalah perhatian dan kasih sayang tulus yang di curahkan.