
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.
Satu pelajaran sangat berharga ditampilkan seorang wali santri Pondok Pesantren Al-Khozini yang tidak berkenan menerima uang duka dari pondok. Wali santri dari salah satu korban wafat atas musibah gedung musholla ini mengatakan, lebih mementingkan ridlo dan doa kyai juga ustadz-ustadznya dari pada uang duka sebagai santunan korban musibah tersebut. Artikel ini menganalisis detail terhadap sikap rendah hati juga rendah diri wali santri tersebut dihadapan kyai sebagai guru memperoleh ilmu.
Ada Hadits Riwayat At-Tabrani tentang pentingnya menuntut ilmu dan rendah hati, yakni;
تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ
“Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya”. Hadits ini menekankan pentingnya mencari ilmu dengan niat yang benar dan sikap rendah hati, serta menghormati guru atau orang yang mengajarkan.
Berharap ridho dan doa kyai dapat menjadi bagian dari sikap tawadlu’ (rendah hati) dan tadhorru’ (merendahkan diri) di hadapan kyai. Dalam konteks ini, berharap ridho dan doa kyai menunjukkan bahwa wali santri tersebut merendahkan diri. Yakni mengakui bahwa kyai memiliki kelebihan dan kemampuan yang tidak dimiliki oleh wali santri dan santri. Sehingga berharap ridho dan doa kyai dan para ustadz.
Sikap wali santri yang juga sangat menarik adalah kentalnya rendah hati. Dengan sangat santun wali santri menunjukkan rasa hormat dan penghargaan yang luar biasa kepada kyai dan para ustadz, serta berharap ridho dan doa beliau-beliau sebagai bentuk pengakuan atas kelebihan mereka.
Jadi, sekali lagi berharap ridho dan doa kyai serta para ustadz dapat menjadi bagian dari sikap tawadlu’ dan sekaligus tadhorru’ kepada kyai dan para ustadz. Hal ini menunjukkan bahwa kita sebagai wali santri dan santri juga harus meniru untuk memiliki rasa hormat dan penghargaan yang tinggi kepada beliau-beliau semua. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan meniru aamiin.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Temanggung, 11 Robiul Akhir 1447
atau
3 Oktober 2025
m.mustain
