
Oleh : Dwi Ariyanti dkk
Tulisan ini merupakan “Resensi Buku” yang berjudul: “Etika kehidupan” Penulis: A. Mudjab Mahali Penerbit: BPFE -YOGYAKARTA Tahun: 1984 Jumlah Halaman: 233
Ditulis oleh tim : Dewi Ariyanti, Dwi Fayyadhah F, Farhatus Samira, Hana N, Milda A.Furi, Nur Izzah M. Dan ini merupakan tugas mata kuluah Bahasa Indonesia yang diampu olehDosen Pembimbing: pak. Yahya Aziz S,Ag, M.Pd.I
Adab merupakan dasar penting dalam hubungan manusia dengan Allah dan sesama makhluk. Sikap dan perilaku yang baik mencerminkan keimanan seseorang serta sesuai dengan ajaran agama. Dalam konteks hubungan dengan Allah, adab mencakup pengakuan akan keagungan-Nya, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya.
Sementara itu, dalam berinteraksi dengan sesama, adab meliputi sikap saling menghormati, berbuat baik, dan menjaga hubungan yang harmonis. Dengan demikian, adab bukan hanya sekadar aturan, tetapi merupakan bagian integral dari kehidupan sehari-hari yang membentuk karakter dan moral individu.
Menerapkan adab yang baik tidak hanya mendatangkan keridhaan Allah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang dan saling menghargai dalam masyarakat. Melalui pengembangan adab ini, diharapkan tercipta keharmonisan antara hubungan spiritual dengan Allah dan interaksi sosial dengan makhluk-Nya.
1. Adab kepada Allah
Pentingnya bersandar kepada Allah dan menghindari kesopanan serta moral yang dapat menjauhkan diri dari-Nya sangat ditekankan. Setiap individu diharapkan merasakan ketakutan kepada Allah dan meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas izin-Nya. Dengan menyerahkan semua urusan kepada Allah dan mengikuti petunjuk-Nya, seseorang dapat mencapai ketenangan dan ketentraman dalam hidup. Bacaan ini juga menekankan prinsip adab bersahabat dengan Allah, seperti menghormati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan bersyukur atas segala kenikmatan yang diberikan. Mengingat Allah dalam setiap tindakan, baik melalui doa maupun perilaku sehari-hari, merupakan cara efektif untuk mendalami hubungan spiritual dan meningkatkan keimanan.
2. Adab Seorang Mahasiswa
Dalam konteks pendidikan, mahasiswa diharapkan memiliki adab yang baik dalam bertindak dan berinteraksi, baik dengan guru maupun teman sekelas. Beberapa adab yang ditekankan meliputi menghormati guru, menjaga norma dalam interaksi, dan bersikap sopan. Mahasiswa dianjurkan untuk menghargai ilmu yang diajarkan dan tidak meremehkannya. Saat berdiskusi, penting untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang membangun dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Selain itu, menjunjung tinggi kejujuran, menghormati teman, dan bersikap rendah hati juga merupakan bagian dari adab yang harus dijunjung tinggi. Dengan menjaga adab-adab ini, mahasiswa dapat berkembang menjadi individu yang lebih baik dan berkontribusi positif dalam masyarakat.
3. Adab kepada Orang Tua
Adab kepada orang tua sangat penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis. Dalam bergaul dengan orang tua, anak-anak harus memperhatikan etika interaksi, seperti memberikan nasihat dengan cara yang baik dan penuh hormat, serta menghormati pendapat mereka. Selalu berbicara dengan nada yang lembut dan tidak meninggikan suara, terutama saat ada perbedaan pendapat, menjadi kunci dalam menjaga hubungan baik. Anak juga diingatkan untuk rendah hati dan tidak merasa lebih unggul dari orang tua, serta menjaga perasaan mereka dalam setiap ucapan dan tindakan. Dengan mengikuti adab-adab ini, hubungan antara anak dan orang tua akan terjalin dengan kasih sayang dan saling menghormati sebagai landasan utama.
4. Adab Cara Mencari dan Menjalin Persahabatan
Dalam mencari teman dan kenalan, terdapat dua hal pokok yang perlu diperhatikan. Pertama, penting untuk memahami syarat-syarat berteman, karena tidak semua orang pantas dijadikan teman. Rasulullah SAW menekankan beberapa kriteria dalam memilih teman, antara lain:
a. Orang yang Berakal: Berteman dengan orang yang berakal sehat akan mendatangkan kebaikan, sedangkan berteman dengan orang yang tidak berakal akan sia-sia.
b. Orang yang Berakhlak Baik: Hindari berteman dengan orang yang memiliki moral buruk dan tidak dapat mengendalikan hawa nafsu.
c. Orang yang Shalih: Teman yang baik adalah mereka yang taat kepada Allah dan tidak melakukan dosa besar.
d. Orang yang Tidak Gila Kemewahan: Teman yang terobsesi pada kemewahan dunia dapat membawa pengaruh negatif.
e. Orang yang Jujur: Berteman dengan orang yang jujur sangat penting untuk menghindari penipuan.
J
ika tidak menemukan teman dengan lima sifat tersebut, disarankan untuk ber’uzlah (menyendiri) atau bergaul hanya sebatas kebutuhan sambil tetap menjaga sopan santun.
Teman digolongkan menjadi tiga: teman untuk akhirat, teman dunia yang baik akhlaknya, dan teman untuk ketenangan hati. Dalam menjalin persahabatan, adab pertemanan seperti mendahulukan kepentingan teman, saling menolong, dan menjaga rahasia sangat penting. Sopan santun dan rasa empati juga harus diutamakan.
Adab terhadap kenalan juga perlu dijaga, seperti tidak menghina, tidak mengagungkan orang karena kekayaan, serta tidak membalas permusuhan. Jika teman kenalan berbuat salah, sebaiknya tidak menasehati secara langsung untuk menghindari permusuhan. Terakhir, harus bersyukur atas kebaikan dan menjaga hati jika merasa dihina, serta memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan yang mungkin ditimbulkan oleh orang lain.
5.Adab Terhadap Masyarakat
Dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat, penting untuk memperhatikan beberapa hal agar tercipta ketentraman dan kesejahteraan. Pertama, dengarkanlah perkataan yang benar dan bermanfaat dengan baik. Sebaliknya, tinggalkanlah perkataan batil yang tidak mendatangkan kemanfaatan bagi diri sendiri maupun masyarakat umum.
Kedua, selalu bicarakan kebaikan dengan orang lain dan hindari bergaul dengan individu yang mementingkan ilmu khilafiyah serta mereka yang hanya mendengki dan berburuk sangka. Orang-orang seperti ini cenderung tidak mau memberi maaf dan akan berusaha menjatuhkan nama baik kita.
Ketiga, waspadai mereka yang suka memancing suasana kurang baik, karena mereka akan menghasut dan memfitnah saat kita mendapatkan kenikmatan dan kegembiraan. Meskipun tampak ramah, mereka sebenarnya menyimpan niat buruk.
Akhirnya, berteman dengan orang-orang yang berperilaku demikian hanya akan merusak urusan agama dan dunia. Oleh karena itu, penting untuk memilih teman yang baik agar kehidupan di masyarakat dapat berlangsung harmonis dan saling mendukung.
