
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS.
Keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang disebutkan dalam hadits adalah tentang kedekatan beliau kepada Allah SWT. Hal ini ketika namanya disebut bersama dengan nama Allah SWT dalam syahadatain, yaitu:
“لا اله الا الله محمد رسول الله”
“Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah”.
Lanjutan hadits yang menyebutkan keistimewaan ini adalah: “Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, maka Allah akan haramkan neraka baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Juga disebutkan dalam hadits lain, Nabi SAW juga menyebutkan bahwa syahadatain adalah kunci masuk surga dan pengakuan iman yang sangat penting.
Tidak kalah pentingnya yang juga keistimewaan beliau, untuk kita sebagai umatnya, adalah (Meta AI, 2025):
– Mendapatkan syafaat Nabi SAW di hari kiamat
– Mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga
– Menjadi bagian dari umat Nabi Muhammad SAW yang akan dihisab dengan hisab yang ringan
Dengan mengucapkan syahadatain dengan ikhlas dan membenarkan artinya, seorang muslim dapat memperoleh banyak keutamaan dan keberkahan.
Dari semua uraian tersebut point pentingnya adalah menjadi bukti kedekatan Nabi Muhammad SAW kepada Allah SWT. Dengan demikian, kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW sudah barang tentu ingin meniru mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam kontek pendekatan diri ini, ada ayat yang menjadi dasar pemikiran dalam artikel ini, yakni :
“وَاسْجُدْ وَاقْتَرِب”
“Dan bersujudlah serta mendekatkan diri kepada Tuhanmu.” Ayat ini terdapat dalam Al-Qur’an, surat Al-‘Alaq (96:19).
Ayat ini menekankan pentingnya sujud dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai bentuk ibadah dan penghambaan. Dalam konteks ini, sujud bukan hanya gerakan fisik, tetapi juga simbol ketundukan dan kepatuhan kepada Allah SWT.
Alhasil, ketika kita sujud dalam sholat, mari kita sama-sama semakin bisa menghayati bahwa sujud ini adalah bentuk upaya pendekatan diri kita kepada Allah SWT. Saat itu kita rasakan dengan bisa menikmati berbisik langsung kepada Allah SWT. Sungguh ini menjadi keajaiban bisa merasakan nikmatnya taqorrub atau pendekatan diri kepada Allah SWT. Semoga demikian adanya aamiin.
Semoga artikel ini bermanfaat yang barokah aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya, 1 Robiul Akhir 1447
atau
23 September 2025
m.mustain
