Kaji tentang Metafora Pengungkapan Panyandra Pada Web Series Tilik, Sri Indah Lestari Hasilkan Jurnal Publikasi.

Semarang-Menaramadinah.com. Web series Tilik karya Wahyu Agung Prasetyo menjadi objek penelitian menarik bagi ahli bahasa. Sri Indah Lestari menggali fenomena metafora baik dan buruk dalam web tersebut.

Penelitian ini bertujuan memaparkan jenis metafora, sumber acuan, dan target acuan. Menurut Nur Fateah, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.

Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi jenis metafora, sumber acuan, dan target acuan. Temuan penelitian mengungkap dua jenis metafora: metafora eksplisit dan metafora implisit.

– *Metafora Eksplisit*: Metafora yang mengandung makna tersurat.
– *Metafora Implisit*: Metafora yang mengandung makna tersirat dan harus diartikan lebih dalam.

Setelah diklasifikasikan, frasa yang mengandung metafora dianalisis melalui sumber acuan dan target acuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora pengungkapan panyandra memiliki tafsiran untuk mengungkapkan maksud penutur.

“Implikasi penelitian ini memperluas pemahaman makna bahasa,” kata Nur Fateah. Kajian semantik kognitif membantu memahami pembentukan makna bahasa.

Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman bahasa dan budaya Jawa. Hasil penelitian dapat diakses dan diaitasi oleh para peneliti bahasa pada laman jurnal berikut ini https://jurnal.usk.ac.id/riwayat/article/view/48841