
Oleh : Fina Aisyatul Maulidiyah dkk.
Buku berjudul Problematika Muslimah di era modern karya Moh.Hatsman Alkhayyat (2007) menarik sekali.
Tulisan ini merupakan bentuk RESENSI BUKU tugas Mata Kuliah Public Speaking dibimbing langsung oleh Ust.Yahya Aziz Dosen FTK UINSA.
Dalam masyarakat muslim, sering kali perempuan ditempatkan dalam posisi yang disakralkan, bahkan ada teks-teks agama yang ditafsirkan secara kaku hingga membuat muslimah merasa terbatasi. Isu seputar emansipasi, kesetaraan, profesi, hijab, waris, poligami, hingga hak menggugat cerai masih terus menjadi perbincangan. Pertanyaan-pertanyaan pun kerap muncul: Apakah seorang istri memiliki hak untuk menolak poligami? Apakah ia berhak menggugat cerai suaminya? Dan yang lebih penting, bagaimana seharusnya seorang muslimah menyikapi berbagai problematika ini di tengah kehidupan modern yang serba terbuka?
Buku “Problematika Muslimah di Era Modern” karya Dr. Muhammad Haitsam Al-Khayyath menjadi salah satu bacaan yang menarik untuk memahami tantangan perempuan muslim di zaman sekarang serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kerap muncul tersebut. Perubahan sosial dan arus globalisasi yang begitu cepat sering kali menimbulkan dilema bagi muslimah: Bagaimana bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai Islam. Dari persoalan peran perempuan dalam keluarga, pendidikan, hingga kiprahnya di ruang publik, penulis berusaha menggambarkan kenyataan yang sering ditemui sehari-hari.
Yang membuat buku ini menonjol adalah pendekatannya yang tidak sekadar mengkritisi masalah, tetapi juga memberikan arahan dan solusi. Dr. Haitsam menekankan pentingnya kembali pada Al-Qur’an, hadis, dan pandangan para ulama sebagai pedoman menghadapi dinamika modernitas. Gaya bahasanya cukup sederhana, sehingga pembaca dari berbagai latar belakang dapat memahami gagasan yang disampaikan tanpa merasa terbebani istilah akademis. Membacanya seakan diajak untuk merenung sekaligus memperkaya sudut pandang tentang peran muslimah dalam masyarakat.
Meski di beberapa bagian terasa cukup normatif karena lebih menonjolkan rujukan teks keagamaan daripada contoh nyata, buku ini tetap memberikan banyak manfaat. Ia mengingatkan bahwa muslimah bisa tetap aktif, modern, dan berkontribusi dalam kehidupan publik tanpa harus kehilangan jati diri. Sebagai bacaan, buku ini tidak hanya relevan untuk kalangan perempuan, tetapi juga bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana Islam memandang peran perempuan di era global.
Dengan segala pembahasannya, Problematika Muslimah di Era Modern bisa menjadi pengingat bahwa tantangan zaman bukan alasan untuk meninggalkan prinsip. Justru di tengah derasnya arus modernitas, muslimah dituntut lebih bijak dalam menyaring informasi, memilih gaya hidup, serta menentukan peran di masyarakat. Buku ini seolah hadir sebagai sahabat yang mengingatkan, bahwa keseimbangan antara iman dan keterbukaan terhadap perkembangan zaman adalah kunci agar muslimah tetap berdaya tanpa kehilangan arah.
