Ketua MUI Blitar : Tahajud dan Syukur Merupakan Bentuk Penghambaan pada Allah SWT.

BLITAR–Nabi Muhammad SAW secara konsisten menjalankan salat tahajud dan memperbanyak syukur, bahkan sampai kakinya bengkak karena ibadah tersebut.Hal itu dijalankan sebagai bentuk penghambaan dan rasa terima kasih ( syukur ) kepada Allah SWT.

Hal ini diungkapkan oleh KH Syaifuddin Rohman saat memberikan tausiyah pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Musthofa Bakung Udanawu Blitar Rabu 10 September 2025,malam.

” Salat Tahajud yang selalu dilaksanakan Nabi, merupakan bentuk pengakuan atas kebesaran Allah dan rasa terima kasih hamba-Nya atas berbagai nikmat dan rahmat yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Kiai Cikut yang kini juga menjadi Ketua MUI Kabupaten Blitar.

Sehingga lanjut Kiai Cikut panggilan akrabnya, kebiasaan beliau yang selalu salat tahajud ini merupakan bentuk syukur Nabi Muhammad SAW atas rahmat dan nikmat yang diberikan Allah kepada beliau beserta umatnya yang mau menjalankan.

” Ini teladan bagi umat Islam untuk selalu bertahajud sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, atas nikmat dan rahmat yang telah kita semua terima,” tambanya.

Menurut Kiai Cikut,janji Allah bagi seorang Muslim yang mau melaksanakan salat tahajud akan dikabulkannya berbagai doa dan permintaannya. Diantaranya mendapatkan kedudukan yang mulia di sisi Allah, terhapusnya dosa, mendapatkan ketenangan hati dan kebahagiaan, serta dapat mencapai tempat terpuji dan kemuliaan di dunia dan akhirat.

” Ini kan luar biasa. Ibu dan bapak-bapak apakah rajin bertahajud. Teladan dari Nabi Muhammad sudah jelas. Mari kita laksanakan bersama,” pintanya dihadapan ratusan jamaah Masjid Al Musthofa.*Imam Kusnin Ahmad*

.