
Semarang_3 September 2025.
Webinar kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Prodi Sastra Jawa FBS UNNES, menampilkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Anak Agung Gde Alit Geria dari Universitas PGRI Mahadewa Bali dan Prof. Yusro Edi Nugroho, M.Hum dari Prod Sastra Jawa Unnes. Kedua ahli ini berbagi pengetahuan dan wawasan tentang tradisi lontar dan sastra kakawin, yang merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia.
*Tradisi Lontar: Sebuah Warisan Budaya yang Berharga*
Dr. Anak Agung Gde Alit Geria membahas tentang pentingnya tradisi lontar dalam budaya di Bali. Lontar merupakan salah satu bentuk sastra tradisional yang telah ada sejak zaman kuno dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Tradisi lontar tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk merekam sejarah dan pengetahuan, tetapi juga sebagai alat untuk memahami nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.
*Sastra Kakawin: Ekspresi Kreativitas dan Kearifan Lokal*
Prof. Yusro Edi Nugroho membahas tentang sastra kakawin, yang merupakan salah satu bentuk sastra tradisional Indonesia yang kaya akan nilai-nilai estetika dan kearifan lokal. Sastra kakawin tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran, tetapi juga sebagai alat untuk memahami sejarah dan budaya Indonesia.
*Kuliah Tamu: Meningkatkan Pemahaman tentang Tradisi Lontar dan Sastra Kakawin*
Webinar kuliah tamu ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang tradisi lontar dan sastra kakawin. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masmhasiswa prodi Sastra Jawa dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa dapat lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Kedua narasumber membahas tentang berbagai aspek tradisi lontar dan sastra kakawin, mulai dari sejarah hingga peranannya dalam kehidupan masyarakat modern.
*Profil Narasumber*
– *Dr. Anak Agung Gde Alit Geria, MSi*: Beliau adalah seorang filolog, ahli lontar dan sastra Bali, pernah bekerja di bagian Manuskrip Perpustakaan Nasional RI Jakarta (1990-1996). Selain itu, beliau adalah Dosen Sastra Bali di Universitas PGRI Mahadewa Bali. Beliau telah meneliti sejumlah manuskrip lontar, membuat katalogisasi, transliterasi, serta menerjemahkannya. Beberapa buku telah ditulisnya. Antara lain, Geguritan Uwug Kengetan (2014), Musala Parwa (2015), Prastanika Parwa (2016), Bhomakawya (2017), Wacana Siwa-Buddha dalam Kakawin Nilacandra (2018), Ala-ayuning Dina Mwah Sasih (2018), dan Kakawin Nilacandra Abad XX (2019).
– Prof. Yusro Edy Nugroho, M.Hum.: Beliau adalah seorang filolog, ahli di bidang sastra Jawa Kuna dan telah melakukan banyak penelitian tentang sastra kakawin. Beliau juga telah menulis beberapa buku tentang sastra dan budaya Jawa.
Oleh: Nur Fateah
Dosen BSJ FBS UNNES
