
Dr. Ir. Hadi Prajoko, SH, MH Ketua HPK Pusat.
Polisi hanya tumbal keserakahan Para elit politik dan pemegang kekuasaan yg telah diatur oleh Para cukong mafia hukum, Mafia tanah, Mafia narkoba, Mafia tambang, Mafia pemerintahan, mafia Sultan sultan artis, mafia perdagangan manusia, Mafia perbankan, Mafia perdagangan import, Mafia pertanian yg mengatur tata niaga, Mafia parlemen, mafia koruptor, Mafia peradilan, Mafia Para jendral Jendral dstnya….
Bila Kita telusuri kondisi ini awalnya berasal dari Luhut Binsar Panjaitan dan Sri Mulyani yg mengancam rakyat Indonesia dg sangat arogan dan beringas tanpa kemanusiaan, SDR Luhut Binsar Panjaitan ini rakyat dianggap hewan yg tidak punya hati nurani, sehingga memicu Sri Mulyani Indrawati membuat kebijakan yang serampangan sehingga Tito Karnavian dan antek-anteknya membuat perintah surat surat resmi kepada gubernur dan bupati – walikota untuk segera menaikkan harga pajak tanah dan kebutuhan hidup rakyat di segala sektor yg akhirnya pahlawan proklamasi penjajah rakyat yg mulia bupati PATI – SADEWO melakukan persekusi rakyat nya di kabupaten Pati dan berakhir dg sakit’ jasmani dan rohani karena rakyat Pati bangkit dari kubur yg dahulu dibunuh oleh VOC dan raja Mataram secara kejam, berangkat dari itulah alam’ semesta tidak berkenan dan akhirnya berakhir tragis, gelombang pergerakan sosial karena tekanan hidup yg luar biasa yg dahulu rakyat ketakutan oleh ancaman Luhut Binsar Panjaitan akhirnya massa rakyat telah hilang rasa ketakutan nya yg ada hanyalah keberanian mereka lebih baik’ mati ditubuhnya berisi ribuan pelor polisi dan tentara daripada mati kelaparan dirubung cacing pita karena makan tanah, berangkat besok naik ojol atau mati ditembus peluru adalah pilihan yang sangat sulit, dari sekedar mencari sesuap nasi tetapi dipertunjukkan tarian Para artis dan handai taulan nya serta tarian joget wakil rakyat dan Para menteri kabinet Indonesia gelap, dari sanalah kehidupan manusia mulai mencari bentuk culture baru,… Merdeka atau mati,… Tunggu episode berikutnya.
Mahardika putra ibu Pertiwi
Tuhan selalu di hati rakyat, suara Tuhan suaranya Rakyat
Tetap netral suara kan’ Hati nurani agar tidak terpasung oleh kepentingan posesif partai politik Yg tidak diketahui hidden agenda konyol mereka, biarkan semesta untuk mendapatkan jalan kesadaran.
