Santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Sebagai Siswa SMP IsIam Plus Al-Hikam Belajar ‘Lukisan Cekakik’

Kediri-MenaraMadinah. Com Sabtu Wage 30 Agustus 2025 Mengajarkan penting nya mempelajari sejarah dan seni budaya bagi para santri melalui lukisan cekakik.
Pagi ini cuaca cerah santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Klampisan Kecamatan Kandngan sejumlah 30 anak yang belajar di SMP Islam Plus Al-Hikam antusias mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Lukisan Cekakik.
Santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, datang dari berbagai daerah, baik dari Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang, Kabupaten Malang dan seputar nya, namun juga dari berbagai daerah diluar Propinsi Jawa Timur, Propinsi Jawa Tengah dan sampai di luar pulau, antara lain Pulau Kalimantan, Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi dan Pulau Papua.
Mereka sangat penuh perhatian mendengarkan penjelasan dari guru ekstrakurikuler Lukisan Cekakik, yaitu Nur Habib(Maestro Lukisan Cekakik).

Tahap pertama melukis adalah mencari ide, atau gagasan, yang sering disebut dengan ‘inspirasi’, yang datang dari mana saja, tahap kedua adalah menuangkan ide atau gagasan itu diatas kanvas(dalam hal ini kertas) dalam bentuk sketsa, dan ketiga adala mendulit, menoreh, menuang dan menyusul cekakik diatas kertas sesuai dengan sketsa yang telah disiapkan.
Lebih

“Pak Habib, cara membuat cekakik itu bagaimana cara?: tanya salah satu murid dari daerah luar Kabupaten Kediri dengan penuh serius.

Dengan senyum ramah dan suara yang pelan namun, jelas Nur Habib, menjelas bahwa cara paling mudah nya ya seperti membuat kopi, gula dan bubuk disedu dengan air mendidih, untuk melukis yang cocok ya kopi manis bukan kopi pahit, oleh sebab karena gulanya itulah perekat nya.

Nur Habib, langsung mempraktekkan membuat seketsa dulu tentang ‘prasasti pondok pesantren Bahrul Ulum’, sambil mendulit cekakik menjelaskan beberapa tekniknya yaitu: mendulit, menoreh dan menutul, setelah mulai terbentuknya lukisan nya, para murid diminta mempraktikkan bergantian dengan teknik yang sudah di contohkan, mereka saling berganti untuk mencoba, walaupun belum sempurna sudah nampak gambar nya.

Pada akhir pelajaran para murid diminta terus belajar dengan dimulai membuat seketsa tentang apa saja yang menarik bagi mereka untuk di gambar, Pak Habib, panggilan akrabnya berharap pada akhir program ekstrakurikuler Lukisan Cekakik nanti ada pameran Lukisan Cekakik, di sekolahan, anak-anak menyabut dengan sorak dan tepuk tangan yang mariah sebagai tanda bahwa mereka sangat setuju. Waktu terasa begitu singkat oleh sebab rasa senang dan gembira.
Di kantor Wakasek Kesiswaan Ibu Zumba menjelaskan bahwa mereka sangat tertarik ikut ekstrakurikuler Lukisan Cekakik ini.

Semoga anak-anak santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, nanti nya bisa berprestasi di bidang seni lukis cekakik.
Nur Habib, mengabarkan.