
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Di penghujung bulan Agustus 2025 ini sangat bijak apabila kita membuat valuasi antara energi dan beaya perayaan HUT kemerdekaan terhadap keuntungan yang kita bisa dapatkan. Sudah barang tentu hal ini tidak mudah. Tetapi setidaknya secara kasar kita bisa melihat apa saja yang pantas kita perhitungkan, baik dari aspek beaya maupun keuntungan yang kita dapatkan. Valuasi atau penilaian paling mudah dicerna adalah berbasis pada nilai ekonomi. Artikel ini mencoba membuat point-point yang pantas diperhitungkan dan sekaligus dibuat penilaian meskipun kasar.
Dari kelompok beaya pada pihak pemerintah bisa dibuat tingkatan pengguna mulai dari tingkat pusat, kementrian, propinsi dan terus ke bawah sampai dengan RT-RW. Pada pihak swasta bisa mulai korporasi seperti badan hukum yakni Lembaga atau badan profit maupun non profit. Kelompok swasta terbawah adalah Keluarga (Kartu Keluarga) sampai perorangan.
Estimasi total beaya yang dikeluarkan pihak pemerintah juga swasta selain korporasi adalah Rp40T. Angka ini didapatkan dari penjumlahan rata-rata di masing-masing tingkat. Diantaranya beaya di Pusat (IKN) Rp100M, propinsi ada 38 dengan @ Rp3M, kabupaten/kota ada 416 @Rp2M, kecamatan ada 7094 @100jt, kelurahan ada 83971 @Rp15jt, RW ada 852280 @Rp10jt, RT ada 2482900 @Rp5jt, KK ada 70759257 @ Rp200rb, dan populasi ada 287jt jiwa @Rp5rb. Apabila korporasi lembaga berbadan hukum yang meliputi; perusahaan, yayasan, dan perkumpulan termasuk pendidikan mulai TK sampai PT diasumsikan 25% dari angka Rp40T maka totalnya menjadi Rp50T.
Sungguh angka Rp50T ini tidak kecil, belum lagi energi, waktu, dan hilangnya penghasilan saat merayakan. Maka perolehan keuntungan yang didapatkan harusnya lebih besar, setidaknya sama. Point besar keuntungan meliputi; tambahnya motivasi untuk lebih semangat dalam mengisi kemerdekaan yakni ikut berperan meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan. Juga tidak kalah pentingnya adalah mengenang perjuangan pejuang-pejuang bangsa untuk diteladani bagaimana kegigihan keuletan serta keikhlasan. Juga terwujudnya kebersamaan dalam realisasi nilai persatuan. Semoga ketiga point besar tersebut bisa didapatkan oleh semua komponen bangsa Allahumma aamiin.
Semoga manfaat dan barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲
Ngapunten suwun
🙏🙏🙏
Surabaya, 3 Robiul Awal 1447 atau 26 Agustus 2025
m.mustain
