Memprihatinkan. Kajian Sejarah Resolusi Jihad Tertutup di Museum Sepuluh November Tugu Pahlawan Surabaya

Surabaya-menaramadinah.com-,Ada Kajian Sejarah Dimensi Semangat Resolusi Jihad Dalam Peristiwa Revolusi Surabaya bersama Riadi Ngasiran Wakil Ketua PC NU Surabaya, Prof Sarkawi B Husain akademisi FIB UNAIR Surabaya.

Juga ada Ady Setyawan ST Penulis Sejarah Komunitas Rodeburg dan Ahmad Zaki Yamani, SH. Peneliti Sejarah Ketua Begandring Surabaya.

Kajian Sejarah itu diadakan diauditorium Museum Sepuluh November Surabaya pada 26 Agustus 2025 pukul 13.00 wib-16.00 wib.

Melihat judul dan themanya itu cukup menarik. Apa lagi yang dibahas masalah Resolusi Jihad. Hanya saja menjadi kurang menarik. Karena diikuti oleh beberapa orang saja. Tidak lebih dari 5 orang saja.

Apalagi ada wartawan yang mau meliput tidak diperbolehkan. Demikian juga Sejarawan Surabaya tidak boleh ikutan Kajian Sejarah didalam Gedung Auditorium Museum Sepuluh November.

“Mohon maaf Kajian Sejarah Resolusi Jihad ini terbatas untuk interen saja,” ujar petugas dari Museum Sepuluh November setelah berkonsultasi dengan Pak Agus Kreator Museum 10 November.

Hal tersebut disayangkan oleh pengunjung Museum Sepuluh November yang ingin mengetahui Sejarah Resolusi Jihad yang disampaikan KH. Hasyim Asyari.

“Namanya Kajian Sejarah yang harus dibuka untuk pengunjung Museum Sepuluh November di Tugu Pahlawan. Itu Sejarah Resolusi Jihad harus dihadiri untuk umum. Jangan ditutup pintunya,”ujar Samsudin salah satu pengunjung Museum Sepuluh November.

Aneh juga, kata Muslim salah seorang pengunjung Museum. Bicara sejarah perjuangan para kiai kok tertutup. Padahal yang mengaji wakil PC NU Surabaya. Pegiat sejarah dan penulis sejarah. Ini tidak bisa dibenarkan. Harusnya terbuka dan pengunjung Museum boleh ikutanĀ  bahas sejarah Resolusi Jihad.

Husnu Mufid