
Oleh TB Mughiroh Nur Fadhil
Dalam sebuah Podcast antara Ismail Fajri Alatas dengan Fadhli Zon
Ismail Fajri Alatas berupaya menjelaskan peranan Habaib di Nusantara.
Tapi Ismail Fajri Alatas cuma bisa sekedar menjelaskan peranan tokoh Ba’alwy atau yang dianggap Ba’alwy sehingga memiliki pengaruh di nusantara dengan kedekatan dengan Pemerintah Hindia Belanda (dan semestinya juga VOC) juga ditambahkannya dengan Kesultanan Kesultanan di nusantara.
Apalagi karena kalangan Ba’alwy klaim mengaku cucu turunan nabi Muhammad saw yang mana umat Islam Nusantara mencintai Nabi Muhammad Saw dan keluarganya sehingga mengedepankan prasangka baik sehingga di masa lalu menghormati para Habib yang disangka keturunan Nabi Muhammad saw yang baru dimasa kini terbukti tidak benar secara ilmiah sebagai keturunan Nabi Muhammad saw.
Tapi dalam paparan Ismail Fajri Alatas, tidak ada penjelasan sejarah bahwa Habaib Ba’alwy punya jasa dalam peranan turut berjuang bersama tokoh Bangsa ini dalam melawan penjajah.
Jadi mau benar atau salahnya tokoh Sayyid Ali di masa Pakubuwono II yang disebut Ismail, sebagai Ba’alwy atau tidak sebenarnya tidak penting.
Karena tokoh itu sekedar sebagai penasehat Susuhunan Paku Buwono II dan masa itu Susuhunan Paku Buwono II tidak termasuk sebagai pendukung perjuangan orang cina di Indonesia melawan penjajah (Geger Pecinan)
Sehingga kesimpulannya tetap saja di sisi Ba’alwy (kalaulah benar tokoh Sayyid Ali sebagai Ba’alwy atau bukan) tetap tidak ada peranan penting dan tidak ada jasa perjuangan dalam sejarah melawan penjajah
Ismail juga sudah tahu tentang gerakan pelurusan sejarah & silsilah yang mengungkap walisongo bukan dari Hadhrami Yaman tapi dari Samarkan Uzbekistan .
