*Pati dalam Refleksi Santun dan Ilmu*

 

Oleh : Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Ketika kita menyaksikan munculnya sikap arogansi maka kita langsung tergambar karakter kesombongan yang dekat dengan kekerasan. Kaidah yang benar adalah kesantunan identik dengan keilmuan. Semakin berilmu semakin santun dan semakin elegan dalam bersikap yang jauh dengan arogansi. Sesuai dengan viralnya berita arogansi yang diperankan oleh Bupati akhir-akhir ini, sudah jelas langsung menggambarkan minimnya ilmu yang dimiliki. Artikel ini menganalisa sedikit tentang korelasi antara arogansi dan minimnya ilmu.

Yang dimaksud dengan atmosfir akademik adalah utamanya sikap dan karakter personilnya mencerminkan insan yang berilmu dan beretika. Dalam ucapan santun tidak ada teriak-teriak, bentak membentak juga kekerasan yang lain. Sungguh tingkat kesantunan bahasa adalah cermin dari muatan ilmu yang dimiliki. Bersikap seperti berbahasa yang ada di pewayangan, di kerajaan, dan di pesantren yang begitu halus itu adalah refleksi dari keberadaan ilmu.

Sungguh bersikap yang santun di dunia pesantren adalah cermin keberadaan pusat ilmu di pesantren tersebut. Demikian juga di kerajaan atau keraton mana saja. Adapaun di dunia pewayangan itu adalah justru dibuat kondisi ideal. Menampilkan ideal santun berilmu dan ideal arogan dengan kesombongan.

Kembali pada kegaduhan yang ada di Kabupaten Pati, sangat mudah sekali ditebak yakni berawal dari arogansi (sangat viral) sang bupati. Arogansi adalah identik dengan minimnya ilmu dan menimbulkan kesombongan. Di sisi lain rakyat sudah pintar dan tidak mudah dibohongi.

Dengan demikian menjadi pelajaran kita bahwa sepintar apapun kita tidak boleh sombong. Sikap kekerasan adalah bermula dari minimnya ilmu. Ilmu yang tinggi ditandai kesantunan yang tinggi pula.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya, 18 Shofar 1447 /12 Agustus 2025
m.mustain