
Jakarta-menaramadinah.com-Menjelang diadakan Zikir Kebangsaan yang akan diadakan Jatma Aswaja yang didirikan Habib Lutfi bin Tahya dan Faesal Helmy pada 10 Agustus 2025 ditanggapi serius oleh PBNU dan PC NU Pekalongan
Dimana PBNU menyampaikan instruksi kepada seluruh warga Nahdliyin dan Pengurus PCNU MWC NU Ranting NU dan Banom Banom di seluruh Tanah Air.
PBNU menyatakan. kepada seluruh warga nu menyikapi adanya rencana pengerahan massa untuk hadir di Istiqlal jakarta pada tgl 10 Agustus, dalam acara JATMA Yang di bungkus acara ikrar kebangsaan.
Bahwa acara tersebut tidak ada kaitanya dengan organisasi NU dan bukan agenda resmi dari PBNU.
Oleh karena itu, untuk semua warga masyarakat yang berencana menghadiri acara tersebut DILARANG meng atas namakan NU, dan banom NU… dan membawa simbol simbol NU.
Demikian, intruksi dan pemberitahuan ini disampaikan, semoga kita dapat menjaga NU dan bangsa Indonesia dari perpecahan.
*Sekian,harap maklum adanya*
Sementara PC NU Pekalongan berdasarkan :
1. Surat Instruksi Pengurus Besar Nahdiatul Utama Nomor 3975/PB 01/A.II.08.47/3906/2025 tertanggal 2 Juni 2025:
2. Musyawarah Pengurus Cabang Nahdiatu Ulama Kabupaten Pekalongan bersama Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pekalongan dan Idaroh Syu’biyah Jam’yyah Ahli Thariqah al-Mu’tabarah An-Nahdiyah Kabupaten Pekalongan pada tanggal 2 Agustus 2025.
Maka Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan, menyatakan bahwa:
Setiap fungsionaris pengurus harus Istiqomah dalam disiplin organisasi sesuai dengan baiat jam’iyyah dengan tidak melibatkan diri dan/atau menjadi bagian dari organisasi yang berpotensi mangganggu konsolidasi dan keutuhan Jam’iyyah Nahdiatul Ulama, termasuk keikutsertaan kegiatan 𝗗𝗭𝗜𝗞𝗜𝗥 𝗞𝗘𝗕𝗔𝗡𝗚𝗦𝗔𝗔𝗡 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝘁𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝟭𝟬 𝗔𝗴𝘂𝘀𝘁𝘂𝘀 𝟮𝟬𝟮𝟱 𝗱𝗶 𝗠𝗮𝘀𝗷𝗶𝗱 𝗜𝘀𝘁𝗶𝗴𝗹𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶𝘀𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗝𝗔𝗧𝗠𝗔 𝗔𝗦𝗪𝗔𝗝𝗔, bukan bagian dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
Demikian, pernyataan sikap disampaikan untuk dipedomani dalam berjam’yyah, dan atas perhatian serta kerjasamanya dihaturkan terimakasih.
