Ingat! Terbukti Melakukan Game Online Terlarang,Kemensos Akan Blokir Rekening Penerima Bansos PKH BPNT

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya agar Bantuan Sosial (Bansos) PKH dan BPNT bisa disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang memang berhak menerima progam tersebut.

Guna mewujudkan semua itu, Kemensos bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) untuk melakukan analisis dan evaluasi terhadap rekening penerima bansos PKH BPNT yang tidak layak menerima bantuan.

Salah satunya, Kemensos menyebut bahwa akan memblokir rekening penerima bansos PKH dan BPNT yang ketahuan disalahgunakan untuk bermain game online terlarang.

Langkah tegas tersebut diambil, agar penyaluran bansos kedepannya bisa lebih tepat sasaran dan tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya, apalagi bertentangan dengan undang-undang.

Mensos juga sudah berkoodinasi dengan Presiden Prabowo Subianto, untuk bekerja sama dengan PPATK.

“Kami sebenarnya ingin mengetahui lebih jauh,” sambung Gus Ipul

Setelah mendapatkan izin dari presiden, Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya telah menyerah nomor-nomor rekening tersebut kepada PPATK untuk dilakukan pengecekan secara teliti dan benar.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh PPATK menujukan sesuatu yang cukup mencengangkan.

Bagaimana tidak kurang lebih ada 10 juga rekening penerima bansos yang diblokir karena dinilai tidak layak untuk menerima bantuan tersebut.
Bagaimana tidak kurang lebih ada 10 juga rekening penerima bansos yang diblokir karena dinilai tidak layak untuk menerima bantuan tersebut.

Ditambah lagi, PPATK juga menemukan data adanya penerima bansos yang menggunakan dana bantuan untuk transaksi game online terlarang.

 

Langkah tegas tersebut diambil, agar penyaluran bansos kedepannya bisa lebih tepat sasaran dan tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak semestinya, apalagi bertentangan dengan undang-undang.

Mensos juga sudah berkoodinasi dengan Presiden Prabowo Subianto, untuk bekerja sama dengan PPATK.

“Kami sebenarnya ingin mengetahui lebih jauh,” sambung Gus Ipul.

Setelah mendapatkan izin dari presiden, Gus Ipul mengatakan bahwa pihaknya telah menyerah nomor-nomor rekening tersebut kepada PPATK untuk dilakukan pengecekan secara teliti dan benar.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh PPATK menujukan sesuatu yang cukup mencengangkan.

Bagaimana tidak kurang lebih ada 10 juga rekening penerima bansos yang diblokir karena dinilai tidak layak untuk menerima bantuan tersebut.

Ditambah lagi, PPATK juga menemukan data adanya penerima bansos yang menggunakan dana bantuan untuk transaksi game online terlarang.
Hal itu tentunya menjadi masalah yang cukup serius, sehingga Kemensos berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan sangat tegas.

Dana bansos seharusnya digunakan oleh masyarakat untuk menyambung hidup, biaya pendidikan dan kesehatan bukan digunakan untuk hal-hal yang melanggar aturan di negara Indonesia.

Dengan adanya tindakan tegas yang dilakukan oleh Kemensos, diharapkan kedepannya tidak ada lagi penyaluran bansos yang salah sasaran sehingga tidak sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Penyaluran bansos yang tepat sasaran juga merupakan amanat yang sempat disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Oleh karena, Kemensos selaku instansi yang berwenang dan memiliki tanggung jawab besar atas bantuan sosial ini akan terus berupaya untuk mengaminkan perintah sang presiden.

Demikian dapat disimpulkan bahwa rekening penerima bansos yang akan diblokir oleh Kemensos dan tidak akan menerima bantuan sosial lagi adalah yang terindikasi digunakan untuk transaksi yang tidak diperbolehkan.*Imam Kusnin Ahmad*