
PURWOREJO- Rais ‘Aam PBNU,KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa tarekat mu’tabarah adalah bagian tak terpisahkan dari tradisi keilmuan Islam yang mendalam.
Menurutnya, praktik spiritual tarekat harus senantiasa berada dalam koridor syariat, dan mampu memberikan jawaban atas kegersangan spiritual umat.
“Tarekat bukan pelarian, tetapi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan disiplin rohani yang tinggi. Maka dari itu, pengurus JATMAN harus menjadi teladan dalam laku dan sikap, serta menyinari masyarakat dengan ajaran tasawuf yang murni,” ujar KH Miftach saat memberikan arahan pada acara pelantikan dan Munas 1 Jatman.
Menurutnya Pelantikan ini juga mencerminkan kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan para ahli tarekat dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, mendalam, dan membumi.
Diharapkan, dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, JATMAN mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi yang telah diwariskan para ulama sufi terdahulu.
Rakernas I yang berlangsung selama dua hari ke depan akan diisi dengan diskusi tematik, penyusunan program kerja, dan forum silaturahmi tarekat dari berbagai daerah.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi JATMAN sebagai komponen strategis dalam menjaga rohani umat Islam Indonesia.
Sementara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), meskipun berhalangan hadir secara fisik karena tengah menjalankan tugas di luar negeri, tetap memberikan arahannya secara virtual.
Dalam sambutannya, Gus Yahya menekankan pentingnya peran tarekat mu’tabarah dalam menjaga dimensi spiritual Islam yang sejalan dengan nilai-nilai keindonesiaan.
Ia juga mendorong JATMAN agar terus berperan aktif dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan memperkuat akar-akar spiritual di tengah tantangan zaman modern.
“Jam’iyyah Thariqah bukan sekadar wadah ritual, tetapi juga harus menjadi pelita ruhani bangsa. Di tengah dunia yang semakin gaduh, JATMAN diharapkan menjadi peneduh yang menuntun umat menuju akhlak dan hikmah,” ujar Gus Yahya dalam tayangan daringnya.
Pelantikan Idarah ‘Aliyyah ini menandai awal dari masa khidmat lima tahun ke depan, di mana JATMAN akan terus memperkuat eksistensinya dalam ranah keagamaan, kebangsaan, dan internasional.
Rakernas I yang digelar usai pelantikan membahas berbagai agenda strategis organisasi, mulai dari penguatan kelembagaan tarekat, kaderisasi mursyid, hingga kontribusi JATMAN dalam isu-isu kemanusiaan dan kebangsaan.*Imam Kusnin Ahmad*
