*Ujian Menyembelih Anak*

 

Prof. Mahmud Mustain, Guru besar Teknik Kelautan ITS

Ketika kita melihat prosesi penyembelihan hewan korban mungkin tidak ada yang istimewa, tetapi saat pisau/pedang diletakkan di atas leher sapi/kambing kemudian kita membayangkan bahwa jagal penyembelih dan hewan itu adalah Nabi Ibrohim AS dan Nabi Ismail AS. Maka insyaAllah akan ada kemirisan di benak kita. Bagaimana perasaan orang menyembelih orang, apalagi yang disembelih adalah putra satu-satunya.

Betapa besarnya kejanggalan pada siapapun orangnya bila perihal tersebut terjadi pada seseorang diantara kita. Tetapi kejadian tersebut pada diri seorang Nabi yang memiliki keistimewaan tersendiri, maka beliau berdua tidak merasa janggal bahkan merasa bangga senang dan ikhlash lantaran bisa menjalankan perintah Allah SWT.

Pelajaran besar yang kita bisa dapatkan adalah betapa pahit getir dan rasa ketidak enakan lainnya akan bisa terkalahkan oleh asas (dasar yang kuat) perintah Allah SWT. Melakukan perintah Tuhan berupa apapun pasti bagi nafsu akan terasa pahit serta ketidak-enakan yang lain. Contoh puasa romadlon, hampir semua orang merasakan bahwa lapar dan haus adalah tidak enak. Tetapi apabila kita melihat puasa romadlon adalah kewajiban, maka rasa ketidak enakan tersebut akan terkalahkan oleh nikmatnya bisa menjalankan perintah Allah SWT berupa puasa tersebut.

Semoga kita semua bisa merasakan betapa besar nikmatnya ketika bisa melakukan perintah Allah SWT. Sehingga kita bisa mengalahkan apapun rasa ketidak-enakan dalam pelaksanaan perintah tersebut, Allahumma aamiin.

Semoga manfaat barokah slamet aamiin
🤲🤲🤲

Surabaya, 11 Dzulhijjah 1446 / 7 Juni 2025
m.mustain