
Bojonegoro-Menanggapi dinamika politik yang terjadi di Bojonegoro hari-hari terakhir ini, Tim Kaukus Perubahan Bojonegoro (KPB), hari ini, Minggu (21/7/24 menggelar rapat konsolidasi di sekretariatnya, Jl. MH Thamrin Bojonegoro.
Hasil rapat konsolidasi yang dihadiri seluruh pengurus KPB di 28 kecamatan, Kaukus Perubahan Bojonegoro menyatakan madep manteb dengan pasangan Wahono-Nurul Azizah sebagai calon bupati dan calon wakil bupati Bojonegoro.
Rapat konsolidasi ini sempat diwarnai isak tangis para relawan. “Mereka, termasuk saya, memang sempat shock dan hampir tidak percaya dengan dinamika politik yang terjadi. Namun, setelah saya beri penjelasan, bahwa dinamika ini merupakan yang terbaik untuk Bojonegoro demi perubahan dan perbaikan, mereka bisa menerima, legowo dan madep manteb kepada Mas Wahono dan Bu Nurul Azizah, jadi kemana langkah dan arah Bu Nurul, kami mengikuti,” kata Alham M. Ubey, Ketua Tim Kaukus Perubahan Bojonegoro.
Dalam rapat yang digelar dari jam dua siang hingga sore tadi, para relawan menyampaikan uneg-uneg di hatinya. Rata-rata, saat menyampaikan isi hatinya, mereka menangis dan terbata-bata untuk melanjutkan kalimatnya.
“Maaf, kami menangis tadi karena saking cinta kami kepada Bu Nurul Azizah, wanita terbaik Bojonegoro yang kami yakini mampu membawa perubahan untuk Bojonegoto,” kata Ibnu Mukti, perwakilan Kaukus Perubahan Kecamatan Padangan.
Selain itu, rasa haru dan menjadi tangis bersama, ketika menyangkut tokoh ulama, Gus Nafik Sahal, yang tadinya digandeng Nurul Azizah sebagai calon wakil Bupatinya.
“Bagi kami, Bu Nurul dan Gus Nafik adalah tokoh idola kami dan tokoh pemberani yang berani melawan kedzoliman di Bojonegoro,” tambah Agung Edi Wardoyo, sekretaris KPB.
Dari rapat konsolidasi KPB ini juga terlontar beberapa kekhawatiran sekaligus harapan. Kekhawatiran dan harapan itu, antara lain jangan sampe terulang lagi sejarah kelam pemerintahan Bojonegoro, dimana antara bupati dengan wakilnya dari sejak dilantik hingga purna tugas bertengkar terus, bahkan saling gugat.
“Kami juga berharap, jangan sampe terjadi lagi antara bupati dengan sekdanya tidak sejalan. Bupati semua gue, rambu-rambu aturan pemerintahan ditabrak seenaknya, mentang-mentang punya bekingan pusat. Sejarah lima tahun kemarin merupakan sejarah kelam dan tdak boleh terjadi di lima tahun yang akan datang,” kata Alham , yg juga Ketua Pertimbangan Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro.
Mantan reporter RCTI ini menambahkan, ia yakin, Wahono-Nurul Azizah bisa saling bekerja sama dan Sling mengisi demi perubahan dan perbaikan Bojonegoro yang lebih baik.
Lebih jauh lagi, Kaukus Perubahan yakin, Wahono – Nurul Azizah mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat Bojonegoro. Selama lima tahun, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro mengalami minus. Ini sangat ironis dengan kemampuan APBD yang delapan triliun,” jelasnya
“Jangan lagi ada arogansi kepemimpinan Bojonegoro. Jangan lagi ada adigang adigung adiiguno lagi,” katanya.
Menurutnya, kini saatnya rakyat Bojonegoro menentukan nasibnya ke depan. “Dan, Tim Kaukus Perubahan siap berada di garda terdepan utk Mas Wahono – Nurul Azizah menjadi bupati dan wakil bupati Bojonegoro,” pungkasnya.
